TribunJambi/
Home »

Seleb

» Gosipi

Kenali Faktor Risiko Kanker Tiroid yang Diidap Rachel Amanda, No 3 Sering Diremehkan

Artis cantik Rachel Amanda dikabarkan mengidap kanker tiroid. Meski sudah menjalani operasi namun ia diharuskan mengkonsumsi obat seumur hidup

Kenali Faktor Risiko Kanker Tiroid yang Diidap Rachel Amanda, No 3 Sering Diremehkan
Kompas.com

Artis cantik Rachel Amanda dikabarkan mengidap kanker tiroid. Meski sudah menjalani operasi namun ia diharuskan mengkonsumsi obat seumur hidup agar bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.

Dalam laman Alodokter.com dijelaskan kanker tiroid adalah pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di dalam kelenjar tiroid. Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher. Kelenjar ini mengeluarkan hormon-hormon yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lainnya.

Baca: Setelah Jupe dan Dr Ryan Thamrin, Artis Cantik Ini Dikabarkan Juga Idap Kanker

Gejala Kanker Tiroid pada tahapan awal banyak yang tidak menyadarinya. Alodokter.com membeberkan kanker tiroid jarang menimbulkan gejala, bahkan cenderung tidak ada sama sekali.

Namun, jika sudah memasuki tahap lanjutan, kanker tiroid seringkali ditandai dengan munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan leher, lebih tepatnya di bawah jakun, dan biasanya tidak terasa sakit.
Ada beberapa gejala lain yang muncul setelah kanker memasuki stadium lanjutan seperti sakit tenggorokan, kesulitan dalam menelan dan suara menjadi serak dan tidak membaik setelah beberapa minggu.

Penderita juga mengalami rasa sakit pada bagian leher dan pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher. Namun tidak semua benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid disebabkan oleh kanker tiroid. Sebagian besar pembengkakan kelenjar tiroid disebabkan oleh kondisi yang dikenal dengan istilah penyakit gondok. Kondisi ini disebabkan oleh hipertiroidisme (terlalu banyak hormon T3 dan T4) atau hipotiroidisme (kekurangan hormon T3 dan T4).

Meski demikian penyebab pasti kanker tiroid masih belum diketahui. Tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini, seperti:

1. Mengalami gangguan tiroid. Orang yang pernah mengalami penyakit tiroid jinak, seperti peradangan kelenjar tiroid atau penyakit gondok, memiliki risiko kanker tiroid yang lebih besar dibanding mereka yang belum pernah mengalaminya.

2. Riwayat kesehatan keluarga. Kelainan genetik yang diturunkan menjadi penyebab dari beberapa kasus karsinoma tiroid menduler. Risiko kanker tiroid meningkat apabila seseorang memiliki keluarga yang pernah menderita kanker ini.

3. Tinggi dan berat badan. Risiko kanker tiroid akan meningkat jika seseorang memiliki berat badan berlebih. Risiko juga akan meningkat pada orang dewasa dengan tinggi badan di atas rata-rata.

4. Pajanan terhadap radiasi. Radiasi dari nuklir atau radiasi dari pengobatan medis tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker tiroid, terutama jika radiasi itu mengenai bagian leher dan kepala.

5. Gangguan pencernaan. Jika seseorang mengalami gangguan pencernaan familial adenomatous polyposis (FAP), dia lebih berisiko mengalami kanker tiroid. FAP merupakan penyakit turunan yang disebabkan oleh gen yang cacat.

6. Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko kanker tiroid 2-3 kali lipat dibandingkan pria. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan hormon yang dilepaskan pada saat wanita mengalami menstruasi atau ketika sedang hamil.

7. Akromegali. Ini adalah kondisi langka dimana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan. Kondisi ini menyebabkan orang yang mengalami akromegali lebih berisiko terkena kanker tiroid.

Penting untuk diingatkan bahwa orang yang memiliki satu atau beberapa faktor risiko di atas belum tentu akan menderita kanker tiroid di masa mendatang. Pada banyak kasus, beberapa orang yang menderita kanker tiroid justru tidak mengalami faktor risiko di atas.

Penulis: rida
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help