TribunJambi/

Begini Kisah Susahnya Real Madrid Bujuk Luis Figo Agar Mau Jadi Penghianat

Adegan "penghianatan" yang dilakukan Luis Figo bisa jadi masih membekas hingga kini di hati fans Barcelona

Begini Kisah Susahnya Real Madrid Bujuk Luis Figo Agar Mau Jadi Penghianat
RICHARD HEATHCOTE
Luis Figo 

TRIBUNJAMBI.COM - Adegan "penghianatan" yang dilakukan Luis Figo bisa jadi masih membekas hingga kini di hati fans Barcelona, walau itu sudah sangat lama.

Sekitar 17 tahun lalu, Luis Figo hengkang dari Barcelona, dan meloncat ke Real Madrid. Dua raksasa ini dikenal sebagai rival abadi di negeri Spanyol.

Hal yang paling disesalkan saat itu, yang makin menambah luka di hati fans Barcelona di seluruh dunia adalah, Figo berstatus sebagai Kapten Barcelona saat hengkang ke rival abadi.

Baca: Kalahkan Man United, Real Madrid Juara

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, memberikan komentarnya mengenai transfer Luis Figo pada 17 tahun silam. Diakuinya, transfer tersebut seperti merobek hati rakyat Spanyol.

Real Madrid membajak Figo dari Barcelona pada tahun 2000. Dikutip BolaSport.com dari Transfermarkt, Los Blancos harus merogoh kocek 60 juta euro (Rp 939,7 miliar) untuk bisa mengangkut pemain asal Portugal itu dari Camp Nou (markas Barcelona).

Figo sungguh bersinar selama liga tahun di Santiago Bernabeu (markas Real Madrid). Dia mencetak 57 gol dari 239 pertandingan dan memenangi 7 trofi bersama Real Madrid.

Pada wawancara dengan Fox Sports, Perez mengakui pihaknya membutuhkan usaha yang sangat keras untuk meyakinkan Figo agar bersedia pindah.

Apalagi, transfer ini melibatkan dua klub yang memiliki rivalitas tiada akhir. "Tidak ada yang menghabiskan 60 juta euro pada tahun 2000," kata Perez kepada Fox Sports.

Dia bilang tidak mudah meyakinkan Figo agar mau pindah. "Tidak mudah meyakinkannya karena dia kapten Barcelona, rasanya seperti merobek hati rakyat senegara kami," tambah Perez.

Baca: Manchester United Hempaskan Real Madrid 3-2 Lewat Drama Adu Pinalti

Perez meyakinkan Figo dengan mengatakan bahwa Real Madrid sedang melakukan sebuah proyek. "Lalu datanglah Zinedine Zidane, Ronaldo, David Beckham dan kami menciptakan fenomena Galacticos," tutur Perez.

Memang, keputusan Figo membuat publik Catalan sangat terluka sehingga mereka tak pernah bisa memaafkan sang penyerang.

Pada el clasico edisi 23 November 2002, suporter Barca melempar kepala babi kepada Figo ketika ingin melakukan tendangan pojok dalam duel di Camp Nou.

Ini merupakan bentuk kemarahan dan penghinaan terhadap pemain yang mereka sebut pengkhianat. (*)

Editor: suang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help