TribunJambi/

VIDEO

VIDEO: Dana Rp 1,1 Miliar Disiapkan Pemprov Jambi untuk Biaya Berobat Masyarakat

Pemerintah Provinsi Jambi khususnya Dinas Kesehatan Provinsi menyiapkan anggaran Rp 1,1 milyar untuk biaya perobatan masyarakat.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi khususnya Dinas Kesehatan Provinsi menyiapkan anggaran Rp 1,1 milyar untuk biaya perobatan masyarakat.

Biaya ini ditujukan untuk masyarakat yang hingga saat ini tidak mempunyai jaminan kesehatan atau punya jaminan kesehatan namun tidak punya biaya untuk biaya penginapan, kerumah‎ rujukan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi ‎Rafrizal mengatakan, dana yang disiapkan tersebut merupakan dana untuk keperluan yang mendesak. Seperti yang dilakukan mereka hari ini Senin (7/8), sebanyak tiga orang pasien yang tidak bisa ditangani oleh dokter di Jambi dikirim ke RSCM Jakarta untuk ditindaklanjuti pengobatannya.

"Senin kita akan merujuk tiga pasien ke RSCM dengan berbagai penyakit yang tidak bisa ditangani oleh rumah sakit di Jambi," ‎kata Rafrizal.

Untuk ketiga pasien ini, lanjut Rafrizal, mereka akan menanggung semua biaya rumah sakit, pemberangkatan, penginapan dan membantu biaya kebutuhan keluarga yang menunggu saat pasien dirawat disana.

Tiga pasien itu adalah Nia Sarlin Saputri (15) yang terkena penyakit penggangguan alat pendengaran,
Devi (38) terkena luka bakar 70 persen yang akan mengalami operasi pemisahan kulit yang sudah menyatu dan menempel organ tubuh satu dengan yang lain, kemudian Safa Aulia (6) yang terkena penyakit kelainan metabolik.

Jika pasien-pasien tersebut tidak bisa ditangani oleh ‎RSCM dan mitra lainnya, pemerintah akan mengupayakan untuk kembali dirujuk ke rumah sakit yang mampu menanganinya. Itu bisa saja rumah sakit diluar negeri.

‎Dikatakan Rafrizal, pemerintah akan selalu memperhatikan rakyatnya, mereka berharap di 2019 nanti tidak ada lagi masyarakat yang tidak mempunyai jaminan kesehatan. Dan dia juga berharap agar masyarakat yang mampu untuk bisa membayar jaminan kesehatan dengan tepat waktu, sehingga tidak terlalu banyak untuk membebani pemerintah terlalu banyak untuk mengobati masyarakat yang tidak mampu.

Rp 1,1 milyar tersebut bukan hanya untuk membantu pengobatan warga yang tidak mampu saja, namun mereka juga menggunakan untuk membiayai masyarakat yang terkena gangguan jiwa. Mereka tidak ingin adanya masyarakat ‎yang dipasung seperti beberapa tahun lalu.

"Dana itu juga untuk biaya penjemputan pasien untuk dibawa ke rumah sakit jiwa," ungkapnya.

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help