TribunJambi/

Anggaran Dana Desa

FOTO: Pertanyakan Dana Desa, Kades Koto di Air Air Hangat Kerinci Disandera Warga 3 Jam

Kepala Desa Koto di Air, Kecamatan Air Hangat Kerinci, Afrizal disandera sejumlah warganya sekitar tiga jam. Penyanderaan ini dilakukan

FOTO: Pertanyakan Dana Desa, Kades Koto di Air Air Hangat Kerinci Disandera Warga 3 Jam
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kepala Desa Koto di Air, Kecamatan Air Hangat Kerinci, Afrizal disandera sejumlah warganya sekitar tiga jam. Penyanderaan ini dilakukan karena warga mempertanyakan dan menduga penggunaan dana desa kurang tepat sasaran. Selain itu adanya dugaan pungutan pembayaran untuk membuat sertifikat tanah Prona 2017.

"Saya dipanggil rapat oleh beberapa warga. Ternyata mereka menanyakan soal dana desa. Saya disandera sekitar tiga jam, agar menandatangani surat pengunduran diri sebagai kepala desa. Saya merasa ini tidak benar, tidak saya tandatangani," ungkap Kades Afrizal kepada Tribun, Minggu (6/8).

Setelah selama tiga jam disandera, Kades pun akhirnya pergi dari pertemuan tersebut. Karena merasa pertemuan dengan beberapa warga yang memang menentangnya selama menjabat kepala desa. "Saya lalu pergi, dak mungkin saya tandatangan surat pengunduran diri. Karena saya merasa dak salah," katanya.

Afrizal sendiri membantah kalau dirinya menggunakan desa tidak sesuai jumlah yang dicairkan ke rekening desa. Dia juga membantah dikatakan oleh warganya memungut biaya dalam pengurusan sertifikat tanah prona. "Itu semua tidak benar, hanya beberapa warga, ada kaitannya dengan politik ini," katanya.

06082017_aksi warga
Aksi warga (TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA)

Sebelumnya pada Jumat sore (4/8) puluhan warga Desa Koto Di Air, Kecamatan Airhangat, Kerinci, sekitar pukul 17.00 Wib melakukan aksi demo. Warga meminta kadesnya mundur dari jabatan, karena diduga penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2017 tidak jelas. Menurut tokoh masyarakat setempat, aksi tersebut menuntut kades Koto Di Air Afrizal mundur dari jabatan sebagai Kades. Karena penggunaan dana desa 2017 senilai Rp 300 juta lebih tidak jelas penggunaannya dari total DD Rp 560 juta.

"Aksi ini buntut pertemuan pertanggungjawaban kades dengan sejumlah warga tadi malam. Dari 560 juta DD, Rp 300 juta lebih dana disinyalir menyimpang dan kades tak bisa menjawab kegunaannya ketika ditanya warga kades belum selesai rapat, kades kabur," jelas salah seorang Warga Koto Di Air.

Tidak hanya itu, puluhan warga mendapat prona sertifikat tanah diduga kades memungut biaya diluar aturan, dana dipungut Rp 525 ribu per sertifikat. Selain aksi, warga memajangkan spanduk di jalan umum Desa koto Diair yang bertuliskan minta Bupati Kerinci memberhentikan Kepala Desa Koto di Air dari jabatannya.

Bahkan aparat kepolisian pun turun mengamankan demo warga ini. Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto SIK,SH melalui Kasat Intelkam AKP Yulizal Bukhari menyatakan pihaknya saat kejadian turun langsung ke lokasi. "Warga Koto di Air menyampaikan aspirasi soal Dana Desa dan prona. Sampai hari ini situasi kondusif, anggota tetap berjaga-jaga," ujar Kasat.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help