TribunJambi/

Gara-gara Kepindahan Neymar, Liverpool Dilanda Mega-Tsunami

Namun, sebagaimana dilansir The Sun, penolakan itu tak membuat Barcelona mundur, dan siap melakukan penawaran ketiga.

Gara-gara Kepindahan Neymar, Liverpool Dilanda Mega-Tsunami
Harian Super Ball
Harian Super Ball edisi Sabtu (5/8/2017) halaman 3 

TRIBUNJAMBI.COM - Kondisi seperti "mega-tsunami" kini sedang dialami Liverpool.

Penyebabnya adalah kepindahan Neymar ke Paris Saint-Germain (PSG) menimbulkan ancaman gelombang besar bagi Liverpool.

Pasalnya, kini Barcelona semakin bersemangat mendapatkan Philippe Coutinho.

Barcelona sudah dua kali mengajukan lamaran untuk Coutinho ini, dan dua kali pula mereka mendapatkan penolakan dari Liverpool.

Namun, sebagaimana dilansir The Sun, penolakan itu tak membuat Barcelona mundur, dan siap melakukan penawaran ketiga.

Marcelo Belcher, seorang jurnalis terpercaya di Spanyol, menulis bahwa Blaugrana tetap akan mendesak Liverpool untuk menjual Coutinho.

Belcher ini adalah jurnalis yang kali pertama memunculkan berita bahwa Neymar akan meninggalkan Barcelona.

Konon, Barca mengajukan harga 96 juta poundsterling, atau sekitar Rp 1,7 triliun, untuk memboyong Coutinho, namun Liverpool bergeming.

Bukan tidak mungkin Barcelona menaikkan maharnya, mengingat kini mereka punya uang sekitar Rp 3,4 triliun hasil penjualan Neymar.

Pertanyaan selanjutnya tentu saja, apakah Liverpool bisa bertahan sampai bursa transfer ditutup pada akhir Agustus ini.

Sampai saat ini, Juergen Klopp, Pelatih Liverpool, terus mengatakan bahwa Coutinho tidak dijual.

"Semua orang bolak-balik berkata dia pergi, tapi sejauh ini tidak ada yang pergi," katanya, sebagaimana dilansir Express.

Hanya saja, konon Liverpool tengah khawatir dengan gerakan "bawah tanah" Barcelona, yakni mendekati Coutinho lewat jalan belakang.

Pasalnya, sudah terdengar desas-desus bahwa Coutinho sudah menyetujui secara personal untuk pindah ke Barcelona.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Sabtu (5/8/2017)

Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help