TribunJambi/
Home »

Bisnis

» Makro

Inflasi

Inflasi Juli Diramal di Bawah 0,3 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) Juli 2018 hari ini, Selasa (1/8). Sejumlah ekonom memperkirakan,

Inflasi Juli Diramal di Bawah 0,3 Persen
KONTAN/CAROLUS AGUS WALUYO

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) Juli 2018 hari ini, Selasa (1/8). Sejumlah ekonom memperkirakan, inflasi Juli jauh lebih rendah dibanding Juni. Namun, lebih tinggi dari IHK bulan setelah lebaran tahun lalu yang jatuh di bulan Agustus.

Untuk diketahui, laju inflasi Juni lalu tercatat 0,69% dan 4,37% year on year (yoy). Sementara Agustus 2016 lalu mencatat deflasi 0,02%.

Ekonom Bank Pertama Josua Pardede memproyeksi, inflasi bulan lalu sebesar 0,18%. Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan Juli diperkirakan kembali berada di bawah 4%, yaitu sebesar 3,84% yoy.

Menurut Josua, kontribusi inflasi harga pangan yang bergejolak (volatile food)cenderung menurun seiring dengan menurunnya permintaan komoditas pangan pasca lebaran. Beberapa komoditas pangan yang cenderung turun selama bulan Juli, yaitu beras 0,2%, telur ayam 0,4%, dan minyak goreng 0,2%.

Namun demikian, pada bulan Juli tercatat juga beberapa komoditas pangan yang cenderung meningkat, yaitu cabe merah keriting 8,7%, bawang merah 15,5%, daging ayam 1,4%.

Sedangkani nflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) juga cenderung menurun seiring koreksi pada tarif angkutan antar kota, angkutan udara, dan kereta api. Penurunan ini juga sejalan dsngan menurunnya permintaan paska lebaran. "Sementara inflasi inti cenderung meningkat didorong oleh kenaikan biaya pendidikan seiring tahun ajaran baru sekolah," kata Josua, Selasa.

Ekonom Standard Chartered Aldian Taloputra memperkirakan, inflasi Juli sedikit lebih tinggi dari perkiraan Josua, yaitu 0,19%. Dengan perkembangan itu,inflasi tahunan Juli diperkirakan mencapai 3,85%.

Sementara itu, Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih memproyeksi, laju inflasi Juli 2017 akan mencapai 0,28% atau 3,94% yoy. Lana juga mengatakan, puncak inflasi sudah terlewati. "Harga makanan dan sandang berpotensi deflasi. Namun, inflasi Juli dipicu oleh transportasi dan pendidikan karena tahun ajaran baru," kata Lana.

Ekonom Development Bank of Singapore (DBS) memproyeksi inflasi tahunan Juli masih akan menembus angka 4%, yaitu sebesar 4,2% yoy.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help