TribunJambi/

Gas Elpiji

FOTO: Dianggap Lebih Murah, Warga Tetap Pilih Gas 3 Kg

Tabung bright gas kurang diminati masyarakat Kabupaten Batanghari. Sebagian masyarakat beranggapan harga yang ditetapkan

FOTO: Dianggap Lebih Murah, Warga Tetap Pilih Gas 3 Kg
TRIBUN JAMBI/SUCI RAHAYU

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Tabung bright gas kurang diminati masyarakat Kabupaten Batanghari. Sebagian masyarakat beranggapan harga yang ditetapkan untuk tabung gas berwarna pink ini mahal.

Seperti dikatakan Ade, warga Rengas Condong. "Jika dibandingkan dengan harga gas 3 kg, sangat jauh berbeda. Lagi pula untuk konsumsi harian, tabung gas 3 kg lebih irit dan lebih mudah mencapai pengecer atau agennya," katanya.

Selain itu, lanjutnya lebih memilih tabung gas 3 kilogram dengan alasan si melon lebih ekonomis.

Hal senada juga dikatakan Jamal (30), pemilik Agen Elpiji Pertamina, PT Berkah Karunia Ilahi yang berada di Jalan Gajah Mada Kecamatan Muara Bulian. Menurutnya tabung bright gas masih kurang diminati oleh masyarakat sekitar. "Minat beli masyarakat untuk bright gas ini sangat kecil, terutama jika dibandingkan dengan tabung reguler," katanya.

Menurutnya, tabung bright gas di pasaran yang diperuntukkan bagi masyarakat golongan menengah ke atas ini pun, tidak dapat menjamin masyarakat golongan ini tidak membeli tabung gas 3 Kg. “Saat ini yang 3 kg belum masuk. Tapi lancar kok tidak ada kelangkaan,” imbuhnya.

30072017_GAS
(TRIBUN JAMBI/SUCI RAHAYU)

Hal senada juga dikatakan oleh Marjono (42) pemiliki Agen Elpiji Pertamina, PT. Fariz Surya Buana.

"Dalam sebulan tabung bright gas hanya terjual sekitar 10 tabung, masyarakat cenderung mencari dan membeli gas tabung 3 kg," ungkapnya.

Dikatakan olehnya, harga penjualan tabung gas bewarna pink tersebut dengan ukuran 5,5 Kg seharga Rp. 330 ribu, sementara apabila hanya diisi gas dihargai Rp. 70 ribu. Berbeda dengan harga gas 3 Kg yang dibrandol dengan harga Rp 16-18 Ribu.

“Kebanyakan masyarakat memilih 3 kg, baik menengah ke bawah ataupun menengah ke atas,” terang Marjono.

Penulis: suci
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help