TribunJambi/

Profesor Yohanes Surya Kembali Terlilit Masalah, Kini Dilaporkan karena Kasus Tanah

Prof Yohanes Surya PhD (53), dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2017) malam, atas dugaan penipuan dan pencucian uan

Profesor Yohanes Surya Kembali Terlilit Masalah, Kini Dilaporkan karena Kasus Tanah
Abdul Qodir/Tribunnews.com
Sulano Tasripin (tengah) didampingi dua pengacara melaporkan Rektor Universitas Surya, Yohanes Surya, ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2017), atas dugaan penipuan dan pencucian uang terkait jual beli tanah di sekitar Universitas Surya, Klaster Tenjo Edu City, Bogor. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Rektor Universitas Surya, Yohanes Surya, yang dikenal sebagai Bapak Fisika Indonesia, Prof Yohanes Surya PhD (53), dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2017) malam, atas dugaan penipuan dan pencucian uang terkait jual beli tanah di sekitar Universitas Surya, Klaster Tenjo Eco City, Bogor.

Dikabarkan, Yohanes Surya sendiri tengah krisis keuangan hingga terlilit utang kepada bank.

Pelapor, Sulano Tasripin (44), warga Penjaringan Jakarta Utara menceritakan, pada sekitar Juli 3015, dirinya ditawarkan untuk membeli lahan, kavling dan bangunan di sekitar Surya University kawasan Surya Campus Resort, Tenjo Edu City, Bogor.

Kawasan tersebut dikembangkan oleh PT Surepassindo dengan Syam Surya Syamsi sebagai Direktur.

Dalam beberapa pertemuan, Yohanes menjanjikan lahan tersebut akan dibangun universitas berkonsep resort serta mendatangkan profesor dari Belanda untuk universitas baru tersebut.

Karena tawaran investasi tersebut menggiurkan, akhirnya Sulano ikut ambil bagian bersama sekitar lebih 50 orang lainnya untuk membeli lahan, kavling dan bangunan tersebut.

Pihak PT Surepassindo menyatakan akan melaksanakan akad jual beli dan memberikan sertifikat setelah pembayaran pembelian lahan dan bangunan lunas dengan target Februari 2016.

Lantas, Sularno dan warga yang membeli lahan tersebut hanya terikat dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Sulano mengaku telah melunasi pembelian lahannya hingga Rp750 juta untuk lahan 1.500 meter persegi dalam 10 tahap ke PT Surepassindo.

Namun, hingga saat ini, tidak ada tanah maupun bangunan yang dijanjikan di lokasi tersebut sehingga sertifikat pun belum diperolehnya.

Halaman
123
Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help