TribunJambi/
Home »

News

Singgung Pemerintahan Jokowi Demokrat Sebut Jangan Salahkan Utang Warisan

Demokrat melihat ada penggiringan opini utang Pemerintah Joko Widodo yang terkesan memosisikan pemerintah sebelumnya sebagai kambing hitam

Singgung Pemerintahan Jokowi Demokrat Sebut Jangan Salahkan Utang Warisan
Warta Kota/henry lopulalan
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima kunjungan Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) di Istana Merdeka, Kamis (9/3/2017). Kedua tokoh tersebut bersilaturahmi sambil membahas situasi bangsa dan negara terkini. 

TRIBUNJAMBI.COM - Demokrat melihat ada penggiringan opini utang Pemerintah Joko Widodo yang terkesan memosisikan pemerintah sebelumnya sebagai kambing hitam.

"Seolah-olah utang Pemerintah Jokowi membengkak karenawarisan. Kalau mau cari kambing hitam silakan saja, tapi mari kita cek data perkembangan utang pemerintah,’’ kata Ketua DPPDemokrat Marwan Cik Asan melalui pesan singkat kepada wartawan pada Selasa (25/7/2017).

 
Pemerintahan SBY, kata Marwan, juga mewarisi akumulasi utang pemerintah sebelumnya Rp 1.298 triliun. Tapi utang selama 10 tahun pemerintahan SBY adalah Rp. 1.310 triliun, rasio utang rata-rata terhadap PDB 25 % dan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 %.

‘’Itu faktanya empirisnya. Saya bicara data, 10 tahun pemerintahan Pak SBY,’’ Marwan menjelaskan.

Anggota Komisi XI DPR itu menuturkan pada 2,5 tahun Pemerintahan Jokowi, utang warisannya Rp 2.608 triliun. Sementara utangnya sendiri dalam waktu tersebut Rp. 1.097 triliun dan rasio utang rata-rata terhadap PDB 27,6 %.

‘’Silakan bandingkan. Dan ingat pertumbuhan ekonomi sekarang adalah 4,9 %," aku Marwan.

Marwan menjelaskan Pemerintah SBY juga mewarisi utang dari pemerintahan sebelumnya. Awal Pemerintahan SBY mendapatwarisan utang Rp 1.298 triliun, dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 56,5 persen.

Pada periode pertama Pemerintahan SBY (2004 -2009) jumlah utang yang dihimpun pemerintah sebesar Rp 292,7 triliun dengan rasio utang terhadap PDB menurun dari 56,5 persen pada 2004 menjadi 28,3 persen pada 2009.

‘’Dengan jumlah hutang tersebut, pemerintah dapat mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 5,7 persen. Pada tahun 2006 pemerintahan SBY berhasil melunasi utang pada IMF sebesar USD 9,1 miliar, setara dengan Rp 117 triliun, atau 4 tahun, lebih cepat dari jadwal yang ada,’’ tegas Marwan.

Pada periode kedua Pemerintahan SBY (2009-2014) jumlah utang yang dihimpun pemerintah sebesar Rp 1018,1 triliun, dengan rasio utang pada akhir 2014 sebesar 24,7 persen atau lebih rendah dari periode sebelumnya.

Halaman
123
Editor: bandot
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help