VIDEO: Perjuangan Sunarto Mengamen Demi Mengkuliahkan Tiga Anaknya

Mengamen, adalah hal yang sudah digandrungi Sunarto sejak sekolah. Setiap sore ia menghibur masyarakat dengan musik gitar

VIDEO: Perjuangan Sunarto Mengamen Demi Mengkuliahkan Tiga Anaknya
TRIBUNJAMBI/EKO PRASETYO

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Leonardus Yoga Wijanarko

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mengamen, adalah hal yang sudah digandrungi Sunarto sejak sekolah. Setiap sore ia menghibur masyarakat dengan musik gitar dan harmonika. Bahkan ia bisa menyekolahkan 3 anaknya hingga perguruan tinggi.

Ia memulai mengamen sejak pukul 14.00 hingga malam, bergerilya dari satu SPBU ke SPBU lainnya menggunakan motor yang di modifikasi sekaligus menjadi sumber listrik. "Saya memodifikasi sendiri karena kepepet," jelas pria berusia 52 tahun ini.

Setiap harinya ia menghabiskan 2 liter bensin untuk motor yang dimodifikasinya ini. "Motor harus di hidupkan terus biar aku keisi terus," jelasnya.

Pria yang mengenakan kemeja ini menceritakan istrinya yang saat ini berada di Sabak. Selain itu ketiga anaknya sedang berkuliah di Universitas Jambi semester 7.

Sembari bercerita, Ia menghela nafas saat mengatakan anak ketiganya yang mendapatkan beasiswa. "Alhamdulikah anak ketiga saya kemarin Bidik Misi," katanya terlihat bangga.

Ia merasa perjalanannya masih panjang dan belum sukses dalam mendidik ketiga anaknya. Ia sangat ingin segera menuntaskan dan melihat ketiga anaknya sukses dan memiliki hidup yang lebih baik dari dirinya.

Sambil berlinang air mata ia mengatakan bangga terhadap ketiga anaknya yang berhasil ia kuliahkan. Apalagi anaknya yang ketiga sudah menginjak semester 7 jurusan Matematika Murni.

Pria yang tinggal di Kawasan Bolong ini mengatakan setiap hari ia mendapatkan uang Rp 40 ribu dari hasil ngamennya ini. "Itu belum buat bensin untuk motor," jelasnya.

Dalam benaknya ia sangat ingin memperkenalkan apa yang ia kerjakan ini bukan semata mata mengamen biasa. Melainkan seni yang bisa didengarkan oleh semua kalangan dan dapat mengembangkan fungai otak kanan.

Setelah anaknya lulus kuliah, ia ingin memperkenalkan musiknya ini lewat anaknya nanti. "Saya sangat berharap nanti kedepannya bisa seperti itu," katanya dengan semangat.

Istri tercinta yang sudah ia nikahi sejak dulu yang paling ia rindukan. Istrinya saat ini jualan di sabak, sehingga ia terkadang harus ke sabak menggunakan motor untuk bertemu istri tercinta.

Ia sangat bersemangat saat menyanyikan lagu. Berbagai macam lagu bisa ia nyanyikan. Dengan gaya bernyanyi yang khas diiringi suara speaker bervolume besar dengan percaya diri ia memulai untuk menjadikannya seniman jalanan.

Penulis: Leonardus Yoga Wijanarko
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help