TribunJambi/

Emiten Pernah Bermasalah, BEI Diminta Beri Warning

Setelah PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) dijadikan tersangka korporasi oleh Komisi Penyidikan Korupsi (KPK) menjadi lampu

Emiten Pernah Bermasalah, BEI Diminta Beri Warning
KONTAN/CHEPPY A. MUKHLIS

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Setelah PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) dijadikan tersangka korporasi oleh Komisi Penyidikan Korupsi (KPK) menjadi lampu merah untuk emiten-emiten yang pernah bermasalah. Pasalnya, isu yang diangkat oleh KPK merupakan kasus lama dari tahun 2010 yang seharusnya sudah lama terselesaikan.

"Waktu itu direktur nya sudah menjadi terpidana, harusnya sudah tuntas karena yang menangani KPK. Tapi tiba-tiba muncul lagi di 2017 dan oleh KPK tiba-tiba langsung diterapkan sebagai tersangka," tukas Analis Koneksi Kapital Alfred Nainggolan, Minggu (16/7).

Alfred melanjutkan, hal ini dapat menjadi preseden buruk bagi investor. Pemain pasar modal bisa dengan mudah berasumsi emiten dengan masalah lampau seperti Agung Podomoro maupun Bukit Sentul dapat terungkit kembali.

"Bursa sebaiknya langsung kasih warning, karena kalau status lama bisa diangkat kembali dan perusahaan dijadikan tersangka, berarti membuka peluang untuk emiten-emiten lain," jelas Alfred.

Menurutnya kasus ini seharusnya juga menjadi pembelajaran bagi lembaga negara untuk konsisten dengan penetapan status. Bila dahulu sudah dinyatakan bersih, maka harusnya sudah aman bagi investor.

"Ketika DGIK sudah diperdagangkan dan diizinkan transaksi di bursa kan harusnya sudah mendapatkan semacam perlindungan," lanjutnya.

Tak hanya itu, Alfred menyarankan sebaiknya pihak regulator segera bertindak cepat. Kepada Otoritas Jaksa Keuangan (OJK), Alfred meminta untuk memberikan kepastian dan kenyamanan kepada para investor. Tak hanya itu, baik pihak Burse Efek Indonesia maupun emiten juga harus mengeluarkan informasi kepada publik.

"Jadi saya berharap dari pihak regulator di pasar modal ada terobosan yang bisa fokus menjembatani kekhawatiran investor dengan pemegang saham," jelas Alfred.

Tags
emiten
BEI
Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help