TribunJambi/

Pembangunan Jalan

FOTO: Pengerjaan Jalan Hiang-Pungut Disorot, Kontraktor Diminta Bekerja Sesuai Anggaran

Pengerjaan jalan Kabupaten dari desa Hiang kecamatan Sitinjau Laut menuju desa Pungut Hilir, kecamatan Air Hangat Timur

FOTO: Pengerjaan Jalan Hiang-Pungut Disorot, Kontraktor Diminta Bekerja Sesuai Anggaran
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pembangunan jalan Kabupaten dari desa Hiang kecamatan Sitinjau Laut menuju desa Pungut Hilir, kecamatan Air Hangat Timur yang mulai dikerjakan mendapat sorotan warga. Pasalnya, panjang dan luas jalan yang diperbaiki dengan anggara jalan tersebut dinilai tidak sesuai.

Keterangan warga setempat, jalan yang diperbaiki dan di aspal pihak kontraktor tersebut, hanya sekitar 3 Km, sedangkan anggaran untuk perbaikan jalanya dari Dinas PUPR kabupaten Kerinci senilai Rp 6,7 Milyar. Di lapangan juga jalannya tidak dilakukan pelebaran sehingga masih kecil.

Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat di desa Pungut Hilir kecamatan Sitinjau Laut. "Memang sudah mulai diaspal, tapi anggaran yang Rp 6,7 M saya lihat di LPSE itu untuk jalan Pungut, hanya 3 Km yang diperbaiki, kan tidak masuk hitung-hitungan, kalau hotmix paling sekitar Rp3 M anggaran yang habis," katanya Azwardi sorang warga Pungut, Senin (17/7).

Dirinya juga khawatirkan kualitas dari aspal yang dilakukan oleh pihak kontraktor pun diragukan. Karena saat ini baru satu lapis aspal yang dikerjakan.

17072017_JALAN
(TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA)

"Jalan juga kecil, coba diperlebar jalan yang diperbaiki, sehingga lebih luas jalan yang dilalui oleh warga Pungut," katanya.

Warga juga berharap kepada pihak Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci untuk dapat melakukan pengawasan terhadap pihak kontraktor yang mengerjakan.

"Saya minta pemerintah dan anggota Dewan untuk dapat memantau dan melakukan pengawasan pengerjaan jalan kami ini," katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Kerinci, Yuldi Herman, menyebutkan, untuk jalan Hiang-Pungut Hilir masuk dalam anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Dengan kategori aspal dua lapis. "Jalan itu menggunakan DAK, aspalnya dua lapis, kemudian harus membuat drainase di pinggirnya, karena jalan ini akan berlanjut hingga ke Pungut Mudik tahun 2018 mendatang," jelasnya.

Meski telah ditentukan aspal dua lapis dan membangun drainase, politisi Partai Amanan Nasional (PAN) Kerinci tetap meminta masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan dalam pengerjaannya. Supaya PT Sinar Karya selaku pekerja di lapangan benar-benar mengerjakan sesuai anggaran, yakni aspal dua lapis.

"Jangan sampai warga tidak tahu bahwa jalan itu dua lapis, jadi warga juga harus ikut melakukan pengawasan. Bisa juga laporlan kalau tak sesuai nanti," katanya.

Sebelumnya Sekretaris PUPR Kerinci, M Zukri mengatakan untuk jalan Hiang-Pungut juga akan dibangun pada tahun 2017 dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan jumlah anggaran sekitar Rp 6,5 Milyar. "Kita akan menyesuaikan nantinya, karena kalau sampai pungut Hilir butuh dana besar, paling-paling yang ditangani sekitar 3,1 Km dengan kualitas ACWC," jelasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help