TribunJambi/

Melihat Penyalahgunaan Narkoba, Masyarakat Enggan Melapor

Pelaku penyalahgunaan narkoba yang terdata di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batanghari hanya terpantau 20 orang.

MUARABULIAN, TRIBUN - Pelaku penyalahgunaan narkoba yang terdata di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batanghari hanya terpantau 20 orang.

Dan 2 diantaranya sedang menjalani rehabilitasi sementara 18 orang lainnya menjalani rawat jalan. Hal ini seperti dikatakan Kepala BNNK Batanghari, Kompol Zuhairi, Senin (17/7).

"Yang sudah direhab 2 orang ke Natura dan Lido sementara yang menjalani rawat jalan 18 orang," ujarnya.

Masyarakat, lanjutnya mungkin masih merasa enggan dan malu untuk melaporkan penyalahgunaan narkoba. "Mungkin kesannya merasa mau dijebak padahal kami murni untuk mengobati," imbuhnya.

Untuk kedepan, lanjut Zuhairi pihak BNNK melibatkan tokoh ulama disetiap sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah, pemuda dan masyarakat luas. "Selain itu kami juga membuat MoU dengan pondok pesantren dan komponen masyarakat untuk pemberantasan narkoba," bebernya.

Terpisah, data dari Polres Batanghari pada 2017 ini telah berhasil meringkus 25 orang tersangka dari 22 kasus penyalahgunaan narkoba. Seperti dikatakan Kasat Narkoba Polres Batanghari AKP Sahlan.

" Dari 25 tersangka, dua diantaranya wanita. Total jumlah sabu 85 gram dan ekstasi 90 butir," tuturnya.

Dari total semua tersangka, sambung Sahlan, tersangka umumnya berasal dari Kecamatan Muara Tembesi, Pemayung, Maro Sebo Ulu dan sebagian dari Kota Muara Bulian.

Sementara selama 2016, lanjut Sahlan, polisi hanya berhasil mengamankan tersangka 48 orang. Tiga orang diantaranya merupakan wanita.

" Total kasus selama 2016 sebanyak 36 kasus dengan barang bukti Narkoba jenis Sabu 44,67 gram, 5 butir ekstasi dan ganja 1 kilo lebih. Lokasi tangkapan yakni Mersam dan Maro Sebo Ulu," pungkasnya. (Sra)

Penulis: suci
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help