TribunJambi/

Kekerasan pada Perempuan Menurun

Menurunnya angka kekerasan terhadap perempuan di Provinsi Jambi bukan serta merta angka tersebut memang menurun.

Kekerasan pada Perempuan Menurun
TRIBUNJAMBI/ROHMAYANA
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menurunnya angka kekerasan terhadap perempuan di Provinsi Jambi bukan serta merta angka tersebut memang menurun. Karena angka tersebut bukanlah jaminan bahwa kasus kekerasan yang menimpa perempuan menurun.

Hal tersebut diungkapkan Rika Oktavia Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, bahwa tidak semua kasus kekerasan pada perempuan dilaporkan kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

"Bisa jadi ini seperti gunung es, yang kelihatannya sedikit tapi justru menumpuk didalam, alias yang kelihatan sedikit tapi yang tidak terlihat banyak," katanya.

Berdasarkan data P2TP2A dari Januari hingga Juli 2017 terdapat 37 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dengan rincian kasus Kekerasan terhadap anak sebanyak 23 orang dan kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 13 orang.

"Kita berharap data ini memang keadaan yang sebenarnya di Jambi, yakni menurunnya tingkat kekerasan terhadap perempuan," katanya.

Dijelaskannya banyak faktor yang menyebabkan perempuan tidak bisa melaporkan kekerasan yang dialaminya dalam keluarga. Misalnya perempuan dipukuli oleh suaminya hingga babak belur, saksi yang melihat kejadian tersebut tidak bisa melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Melainkan kejadian tersebut hanya bisa dilaporkan oleh korban sendiri.

"Kalau anak-anak siapapun bisa melaporkan bila melihat anak-anak dipukuli, tetapi jika perempuan dipukuli oleh suaminya tidak bisa dilaporkan oleh saksi mata. Karena terhalang oleh undang-undang pernikahan," katanya.

Bahkan perempuan cenderung labil dalam melaporkan tindak kekerasan. Sehingga sangat banyak kasus yang sudah berjalan, namun laporannya dicabut karena psikis yang labil.

"Jika laporan sudah dicabut, perempuan ingin melaporkan kejadian yang sama maka tidak akan bisa diproses lagi," katanya.

Dalam hal ini, pihaknya mengatakan bahwa Ketahanan keluarga sangat berperan penting agar tidak terjadi kekerasan pada anak dan perempuan. Faktor eksternal seperti ekonomi, lingkungan, dan pengawasan sangat berperan agar kekerasan dapat dicegah.

Penulis: Rohmayana
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help