TribunJambi/

Isu Fee Proyek, Sekda Tanjabbar : Inspektorat Sudah Dapat Perintah KPK

“Tapi saya kira ini tanpa sepengetahuan kepala daerah, karena baru kali ini kesannya sangat memaksa,” ulas dia.

Isu Fee Proyek, Sekda Tanjabbar : Inspektorat Sudah Dapat Perintah KPK
Ilustrasi uang

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Sebagian rekanan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengeluhkan ulah beberapa oknum di luar pemerintahan yang terkesan mengatur proses penyaluran proyek infrastruktur kepada kontraktor.

Campur tangan oknum di luar pemerintahan itu lebih ke permintaan fee proyek dengan besaran 10 hingga 15 persen. Kabar ini sekarang tengah hangat baik di pemberitaan media massa maupun di tengah-tengah masyarakat.

Kekecewaan rekanan bukan hanya soal dugaan pengaturan proyek melalui sistem fee tersebut, namun juga terkesan memaksa karena fee diminta di depan atau sebelum penyaluran paket pekerjaan.

“Kalau kita kasih keuntungan sebagai ucapan terimakasih setelah pekerjaan itu lumrah terjadi, tapi ini fee diminta di depan, kalau tidak dikasih kita tidak dapat pekerjaan,” kata seorang rekanan kepada Tribun, meminta identitasnya tak diungkap, belum lama ini.

Ia meminta Tim Saber Pungli yang sudah lama terbentuk di Tanjab Barat menunjukan aksi, dengan mencegah praktik gratifikasi tersebut.

Hal yang sama disampaikan oleh rekanan lain, ia menilai apa yang dilakukan oleh oknum-oknum di luar pemerintahan itu bisa mencoreng kinerja kepala daerah.

“Tapi saya kira ini tanpa sepengetahuan kepala daerah, karena baru kali ini kesannya sangat memaksa,” ulas dia.

Masalah ini mendapat tanggapan serius dari Sekda Tanjung Jabung Barat, Ambo Tuo, kepada Tribun ia menyebut seluruh pekerjaan pemerintah memiliki mekanisme yang harus dijalani.

Ia menyarankan kepada masyarakat, yang mendapati kasus seperti itu agar segera melapor, baik ke penegak hukum, tim saber pungli, atau ke Inspektorat. “Karena Inspektorat ini sudah mendapat perintah dari KPK tegas terkait permasalahan begini,” kata Ambo via ponsel.

“Zaman sekarang ini sudah sangat transparan, tidak ada urusan, tidak bisa lagi (main-main),” pungkasnya. (zha)

Penulis: awang
Editor: awang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help