TribunJambi/

Dahsyat Nih, Sindiran Hakim untuk Anggota Dewan yang Jadi Saksi

"Kalau di dewan, saya lihat banyak yang mau angkat tangan, tapi kok di sini menunduk semua. Jadi kalau tidak ada yang bisa jawab..."

Dahsyat Nih, Sindiran Hakim untuk Anggota Dewan yang Jadi Saksi
Tribun Jambi
Pengambilan sumpah saksi sidang. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sepuluh orang Anggota DPRD Kota Jambi yang dihadirkan menjadi saksi sidang kasus dugaan korupsi dana bimbingan teknis (bintek) DPRD Kota Jambi 2009-2014, di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (17/7), kompak menjawab tidak tahu. Sebelumnya, 15 orang anggota dewan periode yang sama telah dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jambi.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Lucas Sahabat Duha, para saksi yang mantan dan masih menjabat anggota dewan itu menjawab senada. Itu diketahui saat majelis hakim dan JPU menanyakan siapa yang menentukan untuk mengikuti kegiatan bintek di Universitas Islam Bandung (Unisba).

"Kami tahunya mengikuti kegiatan yang mulia. Ada surat perjalanan dinas kami berangkat. Siapa yang menentukan tempat dan penyelenggara kami tidak tahu," sebut saksi H Cek Man.
Majelis hakim kembali bertanya kepada Cek Man, terkait kegiatan bintek yang di adakan di Bandung. "Apakah saudara ikut ke sana. Terus siapa yang menentukan binteknya di sana," tanya majelis hakim.

"Ikut yang mulia di Hotel Swissbell. Yang menentukan pimpinan. Ketua Zainal Abidin, Raden Suandi, Maisita Arifin, dan RA Fauzi. Putusan pimpinan baru turun ke sekretariat," sebut Cek Man.

Dia menambahkan untuk kegiatan tidak mengetahui. "Tapi kegiatannya ada. Yang jelas kami berangkat. Uang yang Rp 4,5 juta dan semuanya diserahkan kepada penyelenggara," katanya, seraya mengatakan jadwal kegiatan ditentukan Banmus.

Belakangan, H Cek Man menarik kembali kesaksiannya terkait yang menentukan kegiatan bintek. Dia mengaku tidak mengetahui siapa yang menentukan tempat ataupun menentukan penyelenggara. Seluruh saksi yang hadir juga mengaku tidak tahu.

"Kalau di dewan, saya lihat banyak yang mau angkat tangan, tapi kok di sini menunduk semua. Jadi kalau tidak ada yang bisa jawab, apa yang mau dicatat," sindir Adli, hakim anggota kepada para saksi.

Selain Cek Man, juga hadir Zayadi, Putra Absor Hasibuan, Purba, Dede Firmansyah, Hasbullah, Beni Sulistio, Anti Yosepa, Mispan, dan Suherman. Mereka mengatakan setiap anggota yang berangkat menerima uang Rp 4,5 juta.

Sementara itu tiga orang anggota DPRD yang dijadwalkan hadir sebagai saksi, yaitu Syafruddin Dwi Aprianto, R A Suwandi, dan Rasdi tidak hadir di persidangan. Sedangkan Fauzi, tidak hadir, padahal dia sudah diperintahkan oleh majelis hakim untuk hadir setiap sidang, untuk di konfrontir.

"Kalau tidak ada yang tahu, bagaimana kalau nanti dipanggil semuanya 45 anggota dewan di sini biar terbuka semuanya. Karena Spj lebih besar dari realisasinya, pertanggungjawaban fiktif, Spj kegiatan tanpa koordinasi dan izin badiklat Mendagri," jelas majelis hakim, diakhir sidang.

Terdakwa Rosmansyah, ketika ditanya terkait keterangan para saksi, mengatakan setiap ada surat dari luar, Bansus yang menentukan.

Penulis: budi
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help