TribunJambi/

VIDEO

VIDEO: Pengakuan Wali Murid yang Terkena Pungli Pada Pendaftaran Sekolah

Dugaan pungli di sekolah Dasar sering terjadi, karena orang tua banyak yang tidak mengetahui bahwa anak dibawah usia enam

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dugaan pungli di sekolah Dasar sering terjadi, karena orang tua banyak yang tidak mengetahui bahwa anak dibawah usia enam tahun sudah bisa diterima masuk SD. Namun harus menambahkan syarat surat keterangan dari psikolog bahwa anak tersebut sudah siap untuk menerima pelajaran di SD.

Ketidaktahuan orangtua siswa menjadi kesempatan bagi oknum panitia PPDB untuk melakukan pungli. Dengan meminta biaya tambahan, maka siswa bisa masuk di sekolah yang diinginkan.

Permintaan yang diajukan oleh oknum guru dalam melakukan pungli juga beragam. Mulai dari Rp  250 ribu sampai dengan Rp. 500 ribu per siswa.

Dari pantauan Tribun, (JM) satu diantara orang tua siswa yang usia anaknya dibawah enam tahun mengaku jika anak dibawah usia enam tahun dikatakan seperti ini oleh guru, "Buk, usia anaknya kurang dari enam tahun. Belum bisa masuk SD, tapi kalau ada biaya tambahan bisa nanti diurus," katanya mencontohkan pembicaraan guru.

Karena JM ingin anaknya segera masuk sekolah maka ia memberi uang tambahan sebesar Rp 250 ribu. Namun pihak panitia meminta tambahan lagi sebesar Rp 250 ribu.

Karena JM tidak mempunyai uang lagi, dan melakukan negosiasi dengan panitia.  Sehingga uang tambahan yang dibayar ke sekolah tersebut menjadi Rp 300 ribu.

"Saya bilang kalau saya cuma jualan sayur, jadi cuma bisa kasih segitu tolong jangan ditambah lagi biayanya," ujar JM.

Terkait syarat tambahan seperti surat keterangan dari psikolog, dirinya tidak mengetahui hal tersebut. "Saya tidak tahu, yang penting anak saya sudah bisa sekolah saat usia anak saya 5 tahun enam bulan," katanya.

Sama halnya dengan (WW) dirinya juga mengalami hal yang sama saat PPDB tingkat SD. Bahwa pihak sekolah meminta uang tambahan jika anaknya ingin sekolah dibawah usia enam tahun.

"Baru masuk SD saja sudah ada biaya tambahannya, bagaimana jika masuk SMP dan SMA," katanya.

WW juga yang diminta membayar Rp 500 ribu mengaku saat melakukan transaksi pembayaran tidak menggunakan kwitansi. Karena pihak guru sudah menjamin bahwa anaknya dijamin lulus di sekolah tersebut.

"Saya mau aja, asal anak saya bisa sekolah," ujarnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help