TribunJambi/

Pendapatan Bandara Sultan Thaha Meningkat

TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN -Pasca Kabut asap yang melumpuhkan penerbangan di bandara Sultan Thaha Jambi

Pendapatan Bandara Sultan Thaha Meningkat
TRIBUNJAMBI/HERI PRIHARTONO
Pesawat Garuda Indonesia saat berada di Bandara Sultan Thaha, Jambi, Jumat (16/12) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN -Pasca Kabut asap yang melumpuhkan penerbangan di bandara Sultan Thaha Jambi tahun 2015. Sepanjang 2016 keadaan mulai membaik, satu diantara terkait pemasukan bandara.

Di tahun ini setidaknya meskipun masih memasuki semester pertama namun lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Perbaikan ini terlihat di semester pertama dengan kenaikan 10 persen pemasukan bandara dari parkir pesawat.

" Kenaikan ini memang tak terlalu besar sebab penambahan sebagian besar dari pesawat ATR," ujar Staff Komersial, Soni. Hal ini didukung capaian di sementara Passenger Services Charge (PSC)  2017 sudah 150 persen dari target.

PSC bandara Sultan Thaha Rp 80 ribu saat ini dikalikan dengan jumlah penumpang di semester pertama 2017 mencapai  833.889 dengan dukungan total flight 7168.

Tarif parkir pesawat belum mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, bervariasi yang membedakan tonase setiap pesawat, untuk dengan durasi tidak lebih dari 1 jam.

Sedangkan tarif pesawat di luar jadwal atau on schedule memang lebih tinggi yang bergantung pada tonase pesawat, mulai dari Rp 300 ribu sekali Landing.

Dalam sebulan ada 10 pesawat jenis heli yang mendarat di bandara Sultan Thaha. Biasanya mereka dari perusahaan perkebunan, yang hanya sekedar mengisi avtur. " Kalau heli dan pesawat yang landing kita hitung berdasarkan tonase," ujar Soni.

Penulis: heri prihartono
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help