TribunJambi/

FMPDK

Peternak dan Nelayan Diberikan Imbauan Jelang Pesta Danau

Menjelang pelaksanaan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) ke-XVI pada 26-27 Juli mendatang berbagai persiapan

Peternak dan Nelayan Diberikan Imbauan Jelang Pesta Danau
facebook
Warga desa Koto Petai kecamatan danau kerinci dan sekitarnya heboh adanya ikan mabuk di danau kerinci sejak kemarin malam (6/12). 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Menjelang pelaksanaan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) ke-XVI pada 26-27 Juli mendatang berbagai persiapan dilakukan. Bahkan kalangan peternak maupun nelayan juga diberikan imbauan.

Camat Danau Kerinci, Tito Rivano mengimbau peternak ayam yang ada di wilayah Danau Kerinci agar melaksanakan penyemprotan rutin pada kandang ayam. Terutama mereka yang memiliki kandang yang berada di seputaran wIlayah objek wisata Danau Kerinci, agar nanti menambah kenyamanan dalam kegiatan FMPDK.

"Kita minta keseriusan pemilik kandang ayam untuk segera melakukan pemyemprotan, setidaknya mengurangi penyebaran lalat," kata Camat.

Di samping itu jaring tangkap ikan jenis pesat di Danau Kerinci juga diminta dilakukan pengelolaan dengan dihias sedemikian rupa. Sehingga bisa menambah keindahan danau selama FMPDK.

Danramil Danau Kerinci, Kapten Nasrul, pada rapat persiapan pelaksanaan FMPDK mengusulkan, kendati dari Dinas Perikanan Kabupaten Kerinci tidak mengeluarkan rekomendasi tersebut. Namun pondok pesat yang ada di Danau Kerinci saat ini, semakin terus menjamur.

"Pondok pesat yang ada di danau sudah semakin banyak, untuk melarang sudah sulit," ujar Danramil Danau Kerinci.

Untuk itu Nasrul mengusulkan, agar Pemerintah Kabupaten Kerinci memberitahukan kepada para nelayan yang mempunyai pesat tersebut agar dihias sebaik mungkin. Sehingga, bisa sedikit memberikan keindahan disekeliling Danau.

"Menjelang FMDK, minta kepada nelayan, agar pesat itu dihias dengan umbul-umbul, agar enak dilihat pengunjung," harapnya.

Menanggapi hal tersebut Bupati Kerinci, Adirozal menyetujui dan langsung memerintahkan kepada Dinas Perikanan Kabupaten Kerinci, agar melakukan lomba hias jaring pesat saat pelaksanaan FMPDK.

"Sehubungan dengan pesat, saya setuju. Kepada Kadis Perikanan, kalau tidak bisa dilakukan penertiban, silakan lakukan lomba hias pesat saja, silakan buat hadiahnya," tegas Adirozal.

Hal tersebut dikatakan Adirozal, agar jaring pesat yang sudah menjamur, bisa menambah keindahan Danau Kerinci selama FMPDK berlangsung. "Pesat hias ini, agar indah dilihat oleh setiap pengunjung," ucapnya.

Kepala Dinas Perikanan Kerinci, Syafruddin mengatakan Danau kerinci sudah ditetapkan sebagai branding wisata Provinsi Jambi. Di satu sisi bisa meningkatkan produksi ikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, di sisi lain tujuan Danau Kerinci menghendaki keindahan danau. "Salah satu tugas kami mengimbau nelayan, tidak merekomendasikan alat tangkap pesat.tapi keramba dan jaring apung saja," ungkapnya.

Dikatakannya, atas permasalahan tersebut pihaknya berencana dalam waktu dekat akan mengumpulkan semua nelayan di Kerinci, terutama nelayan yang mencari ikan dengan jaring pesat untuk melaksanakan sosialisasi dengan masyarakat nelayan dalam Kabupaten Kerinci.

Disampaikannya, saat ini sudah ada ratusan jaring pesat yang ada dan berdiri dalam danau Kerinci. Sehingga sudah seharusnya sedikit dikelola dengan baik, sehingga nantinya Danau Kerinci bisa tampak indah.

"Jaring pesat Kerinci cukup banyak, kalau penertiban tidak. Tapi lebih ditata ulang," tandasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help