TribunJambi/

Kesehatan

GALERI FOTO: Ini Beda Terasi yang Mengandung Zat Pewarna Buatan dan yang Asli

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1168/Menkes/PER/X/1999 beberapa bahan tambahan pewarna yang dilarang adalah Rodamin B

GALERI FOTO: Ini Beda Terasi yang Mengandung Zat Pewarna Buatan dan yang Asli
IST
Ilustrasi sambel terasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1168/Menkes/PER/X/1999 beberapa bahan tambahan pewarna yang dilarang adalah Rodamin B (pewarna merah) dan methanyl yellow (pewarna kuning).

Dini membeberkan ada beberapa perbedaan antara Zat Pewarna Sintetis dan Alami. Jika menggunakan zat pewarna Sintetis warna yang dihasilkan lebih cerah, variasi warna lebih banyak, harga lebih murah, ketersediaan tidak terbatas dan stabil.

Sebaliknya Zat Pewarna Alami cenderung lebih pudar, sedikit Variasi warna, harga lebih mahal, terbatas dan kurang stabil.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jambi, beberapa hari lalu menemukan sekitar 14 karung terasi yang mengandung zat mematikan dan berbahaya di Pasar Angso Duo.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jambi, beberapa hari lalu menemukan sekitar 14 karung terasi yang mengandung zat mematikan dan berbahaya di Pasar Angso Duo. (TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN)

"Bahan pewarna berbahaya yang sering ditambahkan adalah Rodamin B, yaitu merupakan bahan pewarna berbahaya yang umum digunakan sebagai pewarna tekstil," ungkapnya.

Rodamin B merupakan bahan pewarna tambahan yang dilarang penggunaannya dalam produk-produk pangan. Rodamin B bersifat karsinogenik sehingga dalam penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Uji toksisitas Rodamin B telah dilakukan terhadap mencit dan tikus dengan injeksi subkutan dan secara oral. Rodamin B dapat menyebabkan karsinogenik pada tikus ketika diinjeksi subkutan, yaitu timbul sarcoma lokal.

Sekitar pukul 09.30 WIB, Gubernur Jambi Zumi Zola Menyambangi kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jambi.
Sekitar pukul 09.30 WIB, Gubernur Jambi Zumi Zola Menyambangi kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jambi. (TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN)

Sedangkan secara IV didapatkan LD (Letalisis Dosis) 5089,5 mg/kg yang ditandai dengan gejala adanya pembesaran hati, ginjal, dan limfa diikuti perubahan anatomi berupa pembesaran organnya. Rhodamin B sering terjadi di lapangan dan diberitakan di media masa.

"Sebagai contoh, Rodamin B ditemukan dalam produk kerupuk, jelli/agar-agar, aromanis dan minuman produk cabe giling, saos serta dalam terasi," ujar Dini.

Penggunaan bahan pewarna ini dilarang di Eropa mulai tahun 1984 karena Rodamin B termasuk karsinogen yang kuat.

Walaupun memiliki toksisitas yang rendah, namun pengonsumsian Rodamin B dalam jumlah yang besar maupun berulang-ulang menyebabkan sifat kumulatif yaitu iritasi saluran pernapasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi pada saluran pencernaan, keracunan dan gangguan hati.

Awal Juni Lalu Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jambi menemukan sekitar 14 karung terasi yang mengandung zat mematikan dan berbahaya di Pasar Angso Duo.

Kepala BPOM Jambi, Ujang Suprayitna mengatakan, temuan terasi yang mengandung pewarna tekstil ini ditemukan ketika pihaknya sedang melakukan pengawasan rutin.

Ujang membeberkan kandungan terasi tersebut ketika diuji mengandung Rhodamin B, atau zat pewarna tekstil.

"Seluruh terasi berwarna merah ini langsung disita dan dibawa ke kantor BPOM Jambi," katanya.

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help