TribunJambi/
Home »

News

» Sains

Harmoni Lingkungan untuk Tanjung Jabung Timur

PEMBANGUNAN merupakan sebuah upaya meningkatkan sesuatu. Upaya peningkatan itu, sekecil apapun, pasti akan memberikan usikan pada tatanan

Harmoni Lingkungan untuk Tanjung Jabung Timur
Ist
Ilustrasi

Oleh : Anisa Putri Febriani, S. T.

(Mahasiswa Pascasarjana Magister Ilmu Lingkungan Undip Angkatan 49)

PEMBANGUNAN merupakan sebuah upaya meningkatkan sesuatu. Upaya peningkatan itu, sekecil apapun, pasti akan memberikan usikan pada tatanan lingkungan yang bisa menimbulkan dampak positif maupun negatif. Pembangunan yang baik semestinya memiliki dampak positif berlipat dan dampak negatif ditekan sedikit mungkin. Usikan berdampak negatif terjadi karena banyak hal, mulai dari ketidaktahuan, tidak adanya wawasan, hambatan yang terjadi hingga kesengajaan, yang bisa jadi akan menimbulkan permasalahan berkepanjangan. Hasil pembangunan itu sendiri merupakan cerminan proses panjang upaya peningkatan dari gagasan awal hingga pelaksanaan dan dampak–dampaknya. Tidak bisa dipungkiri, usikan terhadap tatanan lingkungan ini akan terus terjadi sepanjang zaman, sejalan dengan dinamika kehidupan manusia.

Tanjung Jabung Timur yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki sumber daya alam yang beranekaragam, adanya keanekaragaman potensi sumber daya alam inilah sudah semestinya untuk dijaga dan dilestarikan. Untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan dengan baik diperlukan adanya harmoni lingkungan. Harmoni lingkungan yang merupakan keterkaitan antar unsur lingkungan yang mengarah pada berfungsinya lingkungan dan menjamin keberlanjutan komunitasnya.

Untuk memulihkan keadaan dari kerusakan alam maupun kerusakan sosial perlu kembali menumbuhkan budaya harmoni. Budaya harmoni yang pernah dianut umat manusia telah lama diabaikan. Saat ini titik berat kehidupan manusia terletak pada pemuasan kebutuhan dan keinginan atas material yang terus berkembang bahkan cenderung berlebihan. Nilai – nilai harmoni dalam hubungan manusia dengan lingkungan alam maupun dengan sesama manusia telah ditinggalkan yang dibuktikan oleh adanya eksploitasi lingkungan alam melebihi daya dukungnya.

Budaya harmoni menganut ajaran inklusif. Posisi manusia merupakan unsur lingkungan alam di muka bumi dan setara dengan unsur – unsur lainnya. Budaya harmoni meliputi semua hubungan manusia dengan semua unsur lingkungan, baik dengan lingkungan sosial, lingkungan binaan, maupun lingkungan alam. Oleh karena budaya adalah milik kolektif, sementara individu – individu merupakan unit terkecil pendukungnya, maka untuk menghidupkan kembali dan mempertahankan budaya harmoni dapat dilakukan berdasarkan hirarkinya, dimulai dari individu – individu ke komunitas loksl hinggs komunitas global.

Harmoni merupakan ketertiban alam dan prinsip / hukum alam semesta. Agar lingkungan berkelanjutan diperlukan harmoni lingkungan, yakni keterkaitan yang harmonis antara antara unsur – unsurnya. Berjalannya hukum harmoni terbukti dari segala sesuatu dalam ekosistem berjalan secara selaras dalam keseimbangan. Dalam ekosistem, siklus keseimbangan terus berputar silih berganti, saling mebutuhkan demi memelihara keberlanjutan.

Manusia sebagai mikrokosmos dan alam sebagai makrokosmos perlu secara harmonis. Jika tidak, maka akan timbul kerusakan pada ke duanya yang akan mengancam keberlanjutan ke duanya. Manusia dengan segala kebutuhannya semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dunia dan bumi segala kemampuan daya dukung dan daya tampungnya harus berjalan selaras dan seimbang. Jika sumber daya bumi dieksploitasi melebihi daya dukungnya, maka dapat memunculkan ketidakseimbangan. Berdasarkan hukum harmoni, alam akan mencari keseimbangan baru yang disebut oleh manusia sebagai bencana alam. Sebenarnya bencana alam adalah cara alam / bumi untuk mencari keseimbangan kembali. Oleh karena itu, di dalam memelihara kehidupannya, manusia di muka bumi perlu menjaga dan menciptakan kembali harmoni untuk menghindarkan kerusakan alam / ekosistem dan kerusakan lingkungan sosial yang jauh lebih dalam.  

Bumi adalah sebuah sistem. Semua elemen bumi saling berkaitan. Semuanya membentuk kesatuan, dan bekerja sebagai sebuah sistem. “Everything is connected to everything else.... Thats how our world works...” ( Youtube.com, June 19, 2010 dalam Hanny, 2012). Jadi, semua elemen bumi merupakan sistem pula dan saling terkait serta terintegrasi membentuk kesatuan. Berjalannya sistem dan subsistem bumi sebagai kesatuan disebabkan bekerjanya hukum alam harmoni.

Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help