JPU Masukkan Namanya Terima Uang Korupsi e-KTP, Ganjar Pasrahkan pada Hakim

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah menerima uang 520 ribu dollar Amerika Serikat dari hasil korupsi KTP elektronik

JPU Masukkan Namanya Terima Uang Korupsi e-KTP, Ganjar Pasrahkan pada Hakim
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Anggota Komisi II DPR yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/3/2017). Selain Ganjar, anggota DPR Agun Gunandjar dan Gubernur BI Agus Martowardojo juga menjadi saksi terkait kasus dugaan korupsi penerapan KTP elektronik dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. 

TRIBUNJAMBI.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah menerima uang 520 ribu dollar Amerika Serikat dari hasil korupsi KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Terkait hal itu, ia mengaku sudah dikonfrontir langsung penyidikNovel Baswedan.

 "Enggak, engggak, karena dulu saya sudah pernah dikonfrontir langsung. Saya dikonfrontir waktu itu Pak Novel. Apa saudara si pemberi uangnya itu ngasih? 'tidak, kalau Pak Ganjar tidak'. Saya lega," kata Ganjar usai diperiksa di KPK, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Nama Ganjar memang kerap disebut menerima hasil merampok anggaran KTP elektronik. Walau telah membantahnya di persidangan, jaksa penuntut umum pada KPK tetap memasukkan nama Ganjar tetap sebagai penerima dalam surat tuntutan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Mengenai hal itu, Ganjar mempercayakan nasibnya kepada majelis hakim yang akan memutus perkara tersebut.

"Sekarang majelis hakim yang akan memutuskan. Maka sekali lagi saya katakan saya bahagia waktu dikonfrontir oleh Pak Novel waktu itu. Orang yang diceritakan memberi uang itu ternyata kalau Pak Ganjar tidak. Itu aja kemudian kita sampaikan," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sekadar informasi, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Ganjar mengaku tidak pernah menerima uang dari korupsi e-KTP.

Walau demikian, dia mengaku pernah ditawari uang oleh Miryam S Haryani, anggota Komisi II DPR 2009-2014,

Ganjar disebut mendapat bagian 520 ribu dolar AS atau setara Rp 4,7 miliar (saat itu dolar AS setara Rp 9.100).

Ganjar hari ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Narogong. Andi pada tuntutan Irman dan Sugiharto disebut sebagai salah satu otak dari korupsi e-KTP.

"Telah terjadi kerja sama yang erat dan sadar yang dilakukan para terdakwa dengan Setya Novanto, Diah Anggraini, Drajat Wisnu, Isnu Edhi dan Andi Agustinus alias Andi Narogong," ujar jaksa KPKMufti Nur Irawan saat membacakan surat tuntutan Irman dan Sugiharto.

Andi Narogong disangka dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.(*)

Editor: rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved