TribunJambi/

TKI Kerinci di Malaysia Tak Bisa Tidur, Kepolisian Lakukan Operasi Besar-besaran

Sejak Sabtu 1 Juli kemarin Imigrasi bersama pihak Kepolsian Diraja Malaysia melakukan operasi besar-besaran terhadap tenaga kerja tanpa dokumen.

TKI Kerinci di Malaysia Tak Bisa Tidur, Kepolisian Lakukan Operasi Besar-besaran
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sejak Sabtu 1 Juli kemarin Imigrasi bersama pihak Kepolsian Diraja Malaysia melakukan operasi besar-besaran terhadap tenaga kerja tanpa dokumen. Termasuk TKI yang berada di Malaysia.

Pengurus Ikatan Keluarga Besar Sakti Alam Kerinci (Ikebsak) di Malaysia Faisal Anas mengatakan sejak operasi sudah banyak tenaga kerja yang diamankan. Namun dirinya belum memastikan berapa banyak yang merupakan TKI asal Kerinci.

Dia menyarankan bagi TKI asal Kerinci yang belum memiliki dokumen agar berhati-hati. "Selalu waspada, karena operasi dilakukan malam hari. Cari tempat yang aman," ungkapnya.

Dia menyebutkan operasi dilakukan di berbagai tempat, seperti di Pantai dalam, Kampung Kerinci, Angkasa Puri, Bangsar. "Bagi warga pahlawan devisa khusus Kerinci agar hati-hati saat ini," sebutnya lagi.

Selain itu kepada keluarga TKI yang berada di kampung halaman agar senantiasa mendoakan agar keluarga yang berada di rantau orang aman.

"Mohon doa dari keluarga yang ada di Kerinci bagi saudara kita disini (Malaysia) mudah-mudahan diberikan keselamatan. Tawakkal, semoga kita semua slalu dalam lindungan Allah SWT Aamiin," ungkapnya

Sedangkan dari keterangan seorang TKI asal Kerinci yang berada di Malaysia saat ini sedang gawat. Operasi dilakukan sejak masa pendaftaran E-kad bagi TKI ilegal habis. "Iya sudah dua malam ini kami kurang tidur, berjaga. Karena operasi besar-besaran. Banyak yang kena," kaya Irsal, seorang TKI asal Kerinci.

Dia mengatakan kalau biasanya, ada TKI yang ditahan bisa lepas setelah membayar sampai seribu ringgit Malaysia. Tapi kondisi saat ini sudah berbeda. "Tak ada runding lagi. Kalau dapat dakdo dokumen, dipulangkan langsung," sebutnya.

Di Seleman Koto Tengah, bahkan jamah di Masjid setempat melakukan salat berjamaah dengan meminta pertolongan kepada Allah agar TKI selamat dijauhkan dari bahaya apapun di rantau orang.

Sedangkan data dari Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Jambi, Delius mengatakan sehak operasi TKI ilegal belum diketahui pasti apakah ada TKI jambi yang ikut diamankan.

Namun data sebulan ini terdapat 25 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Jambi dideportasi (dipulangkan) dari Malaysia.

"Kebanyakan yang kurang kelengkapan dokumennya, dari informasi kawan kita di Bandara Pekanbaru ada juga TKI yang sudah dua bulan ditahan lalu dipulangkan," tandasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help