TribunJambi/

Dunia Maya

Ini Pengakuan Penumpang Bajaj yang Diusir dari Hotel di Mangga Dua

Media sosial pada akhir Juni 2017 sempat diramaikan oleh status Facebook milik Jericho Prasetyo yang curhat tentang dilarangnya bajaj

Ini Pengakuan Penumpang Bajaj yang Diusir dari Hotel di Mangga Dua
Facebook
Hingga saat ini postingan Jericho Prasetyo telah dibagikan 8.307 kali dengan lebih dari 5 ribu emoji marah di sana. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Media sosial pada akhir Juni 2017 sempat diramaikan oleh status Facebook milik Jericho Prasetyo yang curhat tentang dilarangnya bajaj memasuki lobi salah satu hotel di Mangga Dua, Jakarta Pusat.

Namun, statusnya tersebut kini telah dihapus oleh Jericho dari akun Facebooknya.

Meski telah dihapus, status tersebut sudah terlanjur viral di media sosial.

Jericho diketahui datang ke Jakarta dan menginap di hotel tersebut untuk berwisata bersama ketiga anaknya.

Anak-anaknya kemudian meminta berkeliling Jakarta dengan menaiki bajaj karena di kota asalnya Semarang tidak ada moda transportasi tersebut.

Singkat cerita, Jericho langsung membayar ongkos bajaj untuk berkeliling di sekitar Mangga Dua.

Setelah selesai berkeliling, si sopir bajaj tidak mau memasuki lobi hotel, tetapi kemudian Jericho meminta agar dia dan anak-anaknya diantar sampai lobi hotel karena ingin berfoto di depan bajaj tersebut.

Konflik pun terjadi lantaran bajaj yang mengangkut Jericho dan anak-anaknya diusir dari lobi.

Kepada Kompas.com, Jericho mengatakan, petugas keamanan hotel tidak bersikap ramah pada dirinya yang merupakan tamu hotel tersebut.

"Bajaj ini sudah naik di lobi kemudian satpam menegur dengan kasar. Padahal saya bilang saya adalah tamu dan satpam itu lihat wajah saya dan ketiga anak saya. Kami diusir, tidak boleh turun di lobi," kata Jericho, Minggu (2/7/2017).

Menurut Jericho, satpam tersebut mengabaikan keselamatan dan keamanan tamu hotel khususnya anak-anak.

"Satpam juga mengabaikan tugas utamanya yaitu menjaga keamanan dan keselamatan. Dia lupa bahwa keselamatan lebih utama dibanding aturan," tambahnya.

Sementara itu, untuk moda transportasi bajaj, Jericho berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikannya benar-benar sebagai ikon Kota Jakarta dan tidak dilarang untuk berada di kawasan hotel.

"Saya berharap bajaj jadi ikon Jakarta yang sebenarnya bukan cuma jadi ikon boneka karena cepat atau lambat bajaj akan punah karena kalah bersaing dengan transportasi online," tuntasnya.

Berita ini telah tayang di laman Kompas.com, Minggu (2/7) pukul 14.21 WIB: Ini Pengakuan Penumpang Bajaj yang Diusir dari Hotel di Mangga Dua

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help