TribunJambi/

Kesehatan

Vaksin Ini Tidak Dianjurkan pada Ibu Hamil

VAKSIN HPV tidak dianjurkan pada ibu hamil, tetapi boleh diberi pada ibu yang sedang menyusui. Dokter Rudi menjelaskan Vaksin

Vaksin Ini Tidak Dianjurkan pada Ibu Hamil
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - VAKSIN HPV tidak dianjurkan pada ibu hamil, tetapi boleh diberi pada ibu yang sedang menyusui. Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan Konsultan Kanker Kandungan dr. Rudy Gunawan, SpOG, K.ONK, DMAS, FICRS  menjelaskan Vaksin HPV diberikan secara suntikan sebanyak 3 kali.

Yakni pada otot bahu dengan jarak waktu 0-1-6 bulan untuk jenis vaksin HPV Bivalent. Untuk jenis quadrivalent diberi dengan jarak 0-2-6 bulan, pemberian kedua tipe vaksin tersebut tidak boleh melebih jarak 1 tahun.

"Bila vaksin telah diberikan 1 kali (0 bulan) kemudian hamil maka vaksin kedua diberi segera setelah melahirkan dan suntikan ketiga dengan jarak 1 bulan dari suntikan kedua (setelah melahirkan)," ungkapnya.

Sedangkan bila vaksin telah diberikan 2 kali (0 dan 1 bulan) kemudian hamil maka vaksin ketiga diberikan segera setelah melahirkan.

Meskipun demikian, pasien yang dilakukan vaksin HPV sebaiknya tidak hamil selama periode pemberian vaksinasi.

Bila seseorang yang telah lengkap 3 kali pemberian vaksin HPV maka untuk pemberian vaksin HPV booster (vaksin ulang) berdasarkan penelitian tidak perlu dilakukan.

"Efek samping vaksin HPV Secara umum tidak ada. Namun pada keadaan yang sangat jarang dapat terjadi efek samping berupa nyeri, bengkak, kemerahan pada tempat penyuntikan, kadang terdapat demam, sakit kepala, mual, muntah, dan pusing," kata dr Rudi.

Untuk menghindari hal tersebut, maka direkomendasikan agar pasien duduk atau berbaring selama 15 menit setelah pemberian vaksin.

Vaksin HPV tetap dapat diberikan pada kondisi tubuh mengalami penurunan daya tahan tubuh seperti penyakit imunosupresi (penyakit yang menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh) karena vaksin HPV merupakan vaksin yang non-infeksius.

WHO merekomendasikan vaksinasi HPV sebagai Program Nasional penanggulangan kanker serviks.

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help