TribunJambi/

Kesehatan

Kanker Serviks Bisa Sembuh 100 Persen

KANKER serviks adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah melalui pencegahan primer yakni Vaksin HPV, dan pencegahan sekunder

Kanker Serviks Bisa Sembuh 100 Persen
Instagram
Nathan (kanan) bocah yang mendadak sakit dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat setelah jenguk Jupe di ruang perawatan kanker serviks. 

TRIBUNJAMBI.COM - KANKER serviks adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah melalui pencegahan primer yakni Vaksin HPV, dan pencegahan sekunder yakni deteksi dini melalui Pap Smear dan IVA test.

Penyakit ini juga dapat diobati dan sembuh total 100 persen bila ditemukan pada stadium awal.

"Vaksin HPV 98 persen efektif mencegah kanker yang disebabkan oleh 4 virus HPV terutama tipe 16 dan 18, efektif pada perempuan yang menerima tiga

tahapan vaksinasi secara lengkap, yang sebelumnya belum terinfeksi virus HPV," kata dokter Rudi yang juga dokter Rumah Sakit Siloam Jambi itu.

Meskipun demikian, diakui Rudi, masih ada tipe virus HPV lain yang dapat menyebabkan kanker serviks, sehingga masih ada kemungkinan bagi pasien untuk menderita kanker serviks meskipun sangat kecil.

"Cara kerja Vaksin HPV dalam tubuh adalah dengan merangsang tubuh untuk membentuk antibodi. Vaksin ini tidak menyembuhkan sel yang sudah terinfeksi HPV atau sudah menderita kanker serviks, namun mencegah sel-sel normal pada serviks agar tidak terinfeksi HPV sehingga mencegah sel normal tersebut berubah menjadi kanker serviks," jelasnya.

Menurut American Cancer Society, vaksin dapat diberikan sejak usia 11-12 tahun, dengan usia paling muda adalah 9 tahun.

Jika pasien yang sudah berhubungan seksual sebelumnya ingin melakukan vaksin HPV, maka perlu dilakukan skrining sebelumnya dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asama asetat) atau Pap Smear. Karena syarat dilakukan vaksin HPV adalah tidak hamil dan tidak ada lesi prakanker pada serviks.

Kebijakan dari Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia pemberian vaksin HPV dapat dilakukan pada perempuan usia 10 tahun hingga 55 tahun.

Di Indonesia angka kejadian kanker serviks sangat tinggi karena kesadaran untuk melakukan vaksin dan Pap Smear masih rendah, hingga angka kematian akibat kanker serviks masih tinggi .

Halaman
12
Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help