TribunJambi/

Health and Beauty

Tak Cukup Hanya ASI, Imunisasi Penting Tingkatkan Kekebalan Tubuh

PENULARAN penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Dalam sepuluh tahun terakhir, dunia sudah mengubah

Tak Cukup Hanya ASI, Imunisasi Penting Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Net

TRIBUNJAMBI.COM - PENULARAN penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Dalam sepuluh tahun terakhir, dunia sudah mengubah paradigma kuratif (pengobatan) kearah preventif (pencegahan), yang lebih murah dan efektif.

Satu diantara pencegahan primer timbulnya penyakit infeksi berat yakni imunisasi. Tak cukup hanya imunisasi, juga diperlukan pemberian ASI selama 6 bulan, nutrisi seimbang, dan higienitas perorangan dan lingkungan yang baik.

Nah, berbicara tentang Imunisasi, ini merupakan suatu program yang sengaja memasukan antigen lemah dalam bentuk vaksin.

Vaksin tersebut merangsang sistem imun tubuh untuk membentuk kekebalan spesifik, sehingga tubuh dapat kebal terhadap penyakit infeksi tertentu yang ganas dan menular.

Tujuannya untuk memberikan infeksi ringan yang tidak berbahaya, apabila anak terjangkit penyakit yang sesungguhnya dikemudian hari, respon imun dengan cepat membentuk antibodi untuk mematikan penyakit yang masuk tersebut.

"Dalam memberikan suatu vaksin, pastinya sudah dikaji keamanan, keberhasilan, dan efektivitas. Ini syarat mutlak sebelum vaksin dipasarkan di suatu Negara. Sejauh ini imunisasi telah menunjukan kemampuan untuk mengurangi kejadian luar biasa di masyarakat. kata dr Byanicha Aurora, kemarin.

"Namun, masih banyak isu-isu negatif terkait efek samping imunisasi dan kandungan yang berbahaya dalam vaksin, sehingga mitos-mitos tentang imunisasi pun berkembang," tambahnya.

Beberapa mitos seputar imunisasi yang kerap kali membuat orangtua ragu atau bahkan menolak imunisasi.

"Banyak yang menyangka sudah cukup mencegah penyakit infeksi hanya dengan memberikan ASI, makanan bergizi tinggi, dan konsumsi multivitamin tanpa perlu imunisasi," lanjutnya.

Kekebalan yang dibentuk oleh ASI, suplemen multivitamin dan gizi yang cukup saja tidak bisa menggantikan kekebalan spesifik yang dibentuk dari imunisasi.

"Masalah penularan juga menjadi keraguan orangtua terhadap imunisasi, kok anak saya tetap tertular penyakit walau sudah diimunisasi? Padahal anak yang telah diimunisasi masih ada kemungkinan yang sangat kecil untuk bisa tertular penyakit tersebut, tapi gejalanya jauh lebih ringan dibanding terkena penyakit secara alami dan kemungkinan untuk bisa sembuh jauh lebih besar," kata perempuan yang kerap disapa Orin ini.

Perlu ditegaskan, Imunisasi untuk menjaga anak tetap sehat, bukan memberi sehat, tujuannya meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu tanpa harus mengalami sakit terlebih dahulu.

Lalu jika anak sudah pernah terkena sakit campak,rubella, tipus, atau batuk rejan bolehkan diimunisasi untuk penyakit tersebut?
"Masih boleh, vaksinasi bayi/anakdengan riwayat penyakit campak dan lain-lain akan meningkatkan kekebalan dan tidak merugikan anak," katanya.

Kekebalan setelah sembuh dari penyakit tersebut tidak berlangsung lama. Berbeda dengan cacar air, umumnya anak yang sudah menderita cacar air akan mempunyai kekebalan sampai dewasa.

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help