TribunJambi/

Pejabat Kerinci Dilarang Gunakan Mobil Dinas Mudik dan Liburan

Pejabat di lingkup Pemerintah Kabupate Kerinci diinggatkan Bupati Adirozal soal penggunaan mobil plat merah alias mobil dinas.

Pejabat Kerinci Dilarang Gunakan Mobil Dinas Mudik dan Liburan
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pejabat di lingkup Pemerintah Kabupate Kerinci diinggatkan Bupati Adirozal soal penggunaan mobil plat merah alias mobil dinas. Pasalnya setiap tahun selalu ada pejabat yang menggunakan mobil dinas untuk mudik maupun dibawa saat liburan. Namun pada lebaran saat ini Bupati Adirozal menegaskan larangan penggunaan mobnas tersebut.

Kepada Tribun, Bupati Kerinci Adirozal menyampaikan dia mengimbau agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kerinci tidak menggunakan mobil plat merah untuk kepentingan mudik lebaran. Termasuk dengan modus menggantinya dengan plat hitam.

"Meski diganti plat hitam pun tidak boleh. Mobil dinas dak boleh dibawa mudik, atau pun saat liburan," tegas Bupati.

Menurut bupati, mobil dinas itu bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan dinas yang menunjang tugas pokok dan fungsi. Jadi, bagi siapapun yang menggunakan mobil dinas dalam kepentingan pribadi berarti telah melanggar aturan yang ada.

“Kalau ditemukan PNS menggunakan mobil dinas pasti ada sanksi tegas bagi yang bersangkutan. Sanksinya lihat nanti lah, yang jelas kalau ditemukan pasti ada sanksinya,” katanya lagi.

Ia menyampaikan, penggunaan mobil dinas ini memang masuk pada pelanggaran kecil tapi jangan sampai menjadi budaya. Sebab, mobil dinas ini merupakan fasilitas negara yang hanya boleh digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan aktivitas kedinasan. “Untuk itu, mari kita mulai berdisiplin dari hal yang kecil dulu seperti tidak menggunakan mobil dinas saat kepentingan lebaran,” katanya.

Bupati juga menekankan terkait adanya mobil dinas yang biasa dibawa saat liburan ke lokasi objek wisata. Hal itu, menurut bupati itu juga tak boleh dan sudah melanggar aturan. "Tapi kalau digunakan keluar daerah karena dalam rangka tugas dan tanggung jawab itu tidak masalah, silakan saja," jelasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help