Mudik Lebaran

Seminggu 180 Bus Bermuatan 1.800 Penumpang Lewat Sarolangun

bus yang masuk ke terminal tersebut yakni Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP)

Seminggu 180 Bus Bermuatan 1.800 Penumpang Lewat Sarolangun
TRIBUNJAMBI/HERU PITRA
Bus saat masuk ke terminal tipe A sarolangun, Senin (19/6) 

TRIBUNJAMBI.COM - Arus mudik lebaran di Kabupaten Sarolangun mulai mulai meningkat.

Jumlah bus yang melintas di Kabupaten Sarolangun sejak H-7 mengalami peningkatan tajam.

Hal itu disampaikan olen Ishaq Koordinator Terminal Tipe A Sribulan Kementerian Perhubungan Kabupaten Sarolangun, Senin (19/6).

“Sejak minggu ini mulai meningkat. Sudah banyak Bus yang melintas,” ujar Ishaq.

Diungkapkannya, peningkatan tersebut dilihat dari jumlah volume kendaraan yang masuk.

Selain itu juga dari jumlah penumpang yang ada dalam kendaraan terutama bus yang tersebut.

“Setiap hari kita hitung global, untuk hari ini nanti malam kita hitung. Tapi untuk hari minggu kemarin tembus 180 bus. tapi yang masuk dan laporan penumpang 1800 orang,” kata Ishaq.

Disebutkannya, bus yang masuk ke terminal tersebut yakni Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Dia Optimistis hingga lebaran nanti jumlah penumpang dan kendaraan yang masuk akan terus mengalami peningkatan.

“Menjelang lebaran akan terus meningkat, nanti puncaknya pada H-3 atau H-2 lebaran. Tapi untuk hari peningkatan dibanding pada hari biasa cukup tinggi,” sebutnya, kemarin.

Pada umumnya, mobil yang melintas tersebut, yakni rute menuju Pulau jawa, Sumbar, Palembang, Lampung Dan Bengkulu.

Selain itu juga antar kabupaten Dalam Provinsi Jambi.

Dijelaskannya, untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan dalam perjalanan arus mudik lebaran.

Dinas Perhubungan Sarolangun saat ini giat melakukan Cek Kelayakan setiap kendaran.

“Setiap kendaraan angkutan mudik lebaran yang masuk di terminal ini wajib di lakukan Ram Chek,” ujar Ishaq.
Dia menyebutkan, jenis kendaraan yang dilakukan pengecekan kelayakan, yakni angkutan jenis Bus maupun Mini Bus. Mulai dari kondisi Ban, Rem, Sim, KIR, Sim, Struk atau KIR Sabuk keselamatan hinga seluruh kesiapan kendaraan yang menyangkut keselamatan kita cek.

“Ini syarat wajib yang harus dipenuhi, jika tidak lengkap kita larang jalan. Sampai sekarang belum ada yang tidak lulus,” pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help