TribunJambi/

Tahun Ajaran Baru di Kerinci akan Terapkan Sekolah 5 Hari, Guru Honorer Keberatan

Aturan pemerintah melalui Permendikbud RI nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Kerja Sekolah mendapat ragam tanggapan dari masyarakat.

Tahun Ajaran Baru di Kerinci akan Terapkan Sekolah 5 Hari, Guru Honorer Keberatan
Thinkstockphotos
Ilustrasi. Sekolah 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Aturan pemerintah melalui Permendikbud RI nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Kerja Sekolah mendapat ragam tanggapan dari masyarakat. Terutama dikalangan guru di Kabupaten Kerinci.

Sejumlah guru honorer di Kabupaten Kerinci merasa belum tepat diterapkan aturan tersebut. Para guru merasa keberatan lantaran beban mengajar dipastikan bertambah hingga sore hari. Hal ini menurut mereka sudah kurang efektif lagi. "Aktifitas belajar kurang efektif kalau sampau 8 ham sehari. Kami pun merasa keberatan," ungkap seorang guru honorer di Kabupaten Kerinci kepada Tribun, Minggj (18/6).

Selain itu para guru juga meminta pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru lagi. Menurut sejumlah guru, akan banyak sekolah yang tak mampu menerapkan aturan sekolah 5 hari tersebut. Karena di samping butuh persiapan, juga sarana dan prasarana tambahan nantinya.

Sedangkan keteragan Dinas Pendidikan kabupaten Kerinci terkait dengan Permendikbud RI nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Kerja Sekolah telah melakukan sosialisasi. Dengan menghadirkan Kerinci.Nara sumber dari pejabat Dirjen GTK Kemendikbud di ikuti 39 orang pengawas SD dan SMP Kabupaten Kerinci.

Kepala dinas pendidikan Kerinci, Amri Swarta mengatakan hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pengawas SD dan SMP, untuk kegiatan supervisi dan observasi di tingkat satuan pendidikan sebagai ujung tombak maka diperlukan peningkatan kompetensi para pengawas. Kadisdik Amri menjelaskan Permendikbud tersebut akan dilaksanakan mulai tahun Ajaran baru 2017.

"Kita lakukan sosialisasi peningkatan kualitas pengawas dulu yang dibuka oleh bupati Kerinci Senin 7/6 dan berakhir 17/6 di Aula Hotel Kerinci. Tekait sekolah 5 hari tentu kita siap meskipun sampai saat ini masih ada pro kontra dari berbagai elemen masyarakat," katanya

"Namun tentu kita lihat dan tunggu sosialisasinya nanti dari Kemendikbud apakah sistim Zonasi untuk uji coba atau diberlakukan serentak, kita dalam posisi wait and see," tambah mantan Sekwan DPRD Kerinci ini.

Dia menambahkan bila dalam aturan Permendikbud ini nanti sekolah akan mulai masuk jam 08.00 Wib dan pulang jam 16.00 sore. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu libur anak-anak bersama keluarga.

Kadiknas Amri menyamlaikan keuntungan lima hari belajar yakni memaksimalkan kegiatan ektra kurikuler dan pendidikan karakter serta budi pekerti. Namun, kata dia, bukan berarti tak ada kendala. "Apakah seluruh sekolah siap..? sarpras pendukung 5 hari kerja," sebutnya

Ditanya soal persiapan Sarpras seperti apa nanti yang akan dibutuhkan, menurut Kadisdik sebenarnya tak begitu besar kendalanya. Tetapi tapi yang perlu ditasi nanti satu diantaranya masalah kantin disekolah dan peralatan lainnya. (Hdp)

Penulis: hendri dede
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help