Mudik Lebaran

961 Bus Tak Layak Jalan

Sebanyak 961 bus dinilai tak layak jalan sebelum Idul Fitri ini. Penilaian ini dikeluarkan setelah dilakukan ramp check sebanyak 2.077 bus

961 Bus Tak Layak Jalan
TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Dinas Perhubungan di Terminal Alam Barajo, Rabu (29/6/2016). 

:aporan wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM - Sebanyak 961 bus dinilai tak layak jalan sebelum Idul Fitri ini. Penilaian ini dikeluarkan setelah dilakukan ramp check sebanyak 2.077 bus di terminal tipe A Jambi.

Dari total tidak laik jalan itu ada 715 ditilang dan 246 dilarang operasional. Namun, ada pula 1.116 kendaraan yang laik jalan. Dari 1116 itu ada 772 diizinkan operasional dan 394 diberi peringatan atau perbaikan.

Pemeriksaan dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi dalam rangka kesiapsiagaan penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2017. Total ramp check di provinsi sejak 17 april sampai 10 Juni di empat tempat.

kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan, Herlambang mengatakan pertemuan hari ini sifatnya baru pengumpulan data. Dia mengimbau instansi yang diundang juga menyediakan data. Seperti siapa yang mengadakan bengkel siaga lebaran, pos kesehatan dan pos kesehatan lebaran.

"Kalau PU (Pekerjaan Umun) udah dibilang kondisi jalan untuk arus mudik harus layak H -15 atau h -10. Jalan harus sudah layak dan sudah pengerasan," katanya.

Herlambang mengatakan hal yang dievaluasi dari tahun kemarin adalah ram check kendaraan atau kelayakan kendaraan. "Karena secara nasional banyak terjadi kecelakaan. Arahannya kesitu kalau dari pusat. Check ini juga untuk pengemudinya," ungkapnya.

Pengecekan untuk pengemudi seperti AKAP misalnya akan dilakukan cek urin. "Tes kesehatan umum," katanya.

Herlambang mengatakan banyak bus yang secara operasional tidak layak jalan. Tapi nantinya yang sudah melewati ram check tidak boleh beroperasi. Meski pun begitu karena keterbatasan hanya kendaraan yang masuk terminal tipe A saja yang diperiksa.

Herlambang mengatakan bagi kendaraan yang sudah lolos ram check akan diberikan stiker. "Sebagai tanda layak jalan," ungkapnya.

Herlambang mengatakan ada beberapa undangan yang tidak datang. Mulai dari pertamina dan beberapa diler di Jambi.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help