TribunJambi/

Penemuan Mayat

Terduga Pemalak PETI Ditemukan Tewas, Ada Luka Tembak di Tubuh Korban

Tiga hari menghilang, warga Lubuk Resam, Kecamatan Cermin Nan Gedang, Kabupaten Sarolangun ditemukan telah meninggal.

Terduga Pemalak PETI Ditemukan Tewas, Ada Luka Tembak di Tubuh Korban
DOKUMENTASI HUMAS POLSEK SEMARANG TENGAH
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Tiga hari menghilang, warga Lubuk Resam, Kecamatan Cermin Nan Gedang, Kabupaten Sarolangun ditemukan telah meninggal. Korban ditemukan di Sungai di Kecamatan Batangasai dengan luka tembak di tubuh, Sabtu (17/6).

Informasi yang didapatkan menyebutkan, korban yang diketahui bernama Salahudin (25) ini ditemukan setelah pihak keluarga melakukan pencarian. Sebab sudah tiga hari korban menghilang dan tidak ada kabar.

“Nama korban Salahudin. Dia hilang sejak, Rabu sore lalu,” kata Paman korban Mayudin ditemui di RSUD Sarolangun, Sabtu (17/6).

Diungkapkannya, saat ditemukan mayat korban sudah mulai membusuk. Namun di tubuh korban terdapat luka tembak di bagian perut.

“Ada luka tembak di tubuh korban, makanya korban kita bawa ke rumah sakit untuk diotopsi,” sebutnya.

Dijelaskannya, sebelum menghilang korban bersama dua rekannya sempat dikejar oleh oknum anggota polisi. Saat itu dua rekan korban berhasil diamankan polisi.

“Saat itu dia dan dua rekannya dikejar oleh polisi di Kecamatan Batangasai. Namun dua rekannya tertangkap, karena keponakan saya tidak terlihat, maka dicari dan baru ditemukan pagi ini,” ungkapnya, kemarin.

Senada Kakak korban, Pudil menyebutkan sebelum korban ditemukan tewas, informasi yang dia dapat korban bersama dua rekannya mendatanggi lokasi PETI di wilayah Sungai Melko, Kecamatan Batangasai. Di lokasi tersebut, korban datang disinyalir untuk meminta uang kepada pelaku PETI mengunakan alat berat.

Kedatangan korban saat itu disambut oleh pengelola PETI tersebut. Oleh pelaku PETI, saat itu korban dan rekannya diminta menunggu, karena pelaku PETI pulang ke rumah untuk menjeput uang.

Namun saat kembali ke lokasi PETI, pemilik PETI bukannya membawa uang. Tapi justru membawa dua orang oknum polisi untuk menangkap korban dan dua rekannya.

“Saat itu dua orang polisi tersebut langsung mengamankan kedua rekan korban. Sementara korban melarikan diri dengan cara loncat ke sungai. Diduga saat kabur itulah korban tertembak,” jelas Pudil seraya mengaku, mendapat infomasi tersebut dari tukang perahu.

Terkait kasus ini dia mengaku, menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Dia berharap agar polisi bisa mengungkap siapa orang yang telah membunuh adik kandungnya tersebut.

Terpisah Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana melalui Wakapolres Sarolangun, Kompol Atrizal dikonfirmasi sejumlah wartawan membenarkan adanya penemuan mayat. Namun dirinya belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban tersebut.

“Sama-sama kita lihat hari ini (17/6) ada penemuan mayat. Korban ditemukan di sungai Batang Melko Kecamatan Batangasai sekitar pukul 6.30 Wib,” kata Wakapolres.

Ditanya apakah korban merupakan rekan dua orang pelaku pemalakan yang ditangka di Batangasai. Waka membenarkan informasi tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara dan informasi yang kami peroleh dari polsek Batangasai, benar korban merupakan rekan dari dua pelaku pemalakan yang ditangkap dilokasi PETI. Namun untuk pastinya apakah korban ditembak atau tidak kita belum bisa memastikan. Sebab saat ini masih dalam pemeriksaan,” pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help