TribunJambi/

Marah Saat Ditegur, Anak Tiri Bacok Ayah di Sungai Penuh

MNA (23) seorang pemuda di Dusun Padang Amar, Desa Amar Sakti, Kota Sungaipenuh terlibat cekcok dan nekat membacok

Marah Saat Ditegur, Anak Tiri Bacok Ayah di Sungai Penuh
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
MNA (23) seorang pemuda di Dusun Padang Amar, Desa Amar Sakti, Kota Sungaipenuh terlibat cekcok dan nekat membacok ayah tirinya AH dengan sebilah parang. Hingga ayah tirinya mengalami luka. 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH – Tak terima ditegur oleh ayah tiri karena berbicara kasar terhadap ibunya, MNA (23) seorang pemuda di Dusun Padang Amar, Desa Amar Sakti, Kota Sungaipenuh terlibat cekcok dan nekat membacok ayah tirinya AH dengan sebilah parang. Hingga ayah tirinya mengalami luka.

Kapolsek Sungaipenuh AKP Azharan melalui Kanit Reskrim Bripka Perdata Ginting menjelaskan kronologis kejadian pada pada Rabu (14/6) sekira pukul 18.30 Wib yang bertempat didalam rumah di Jln Jend Sudirman No. 8 Dusun Padang Amar, Desa Amar Sakti, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh.

"Iya benar seorang pelaku MNA (23) melakukan dugaan pembacokan ayah tirinya Abd Hamid didalam rumah. Kasusnya dilapor oleh bapak tiri MNA ke kita. Setelah itu MNA kita amankan langsung,” ujar Kapolsek Jumat (16/6)

Kapolsek mengatakan pelaku MNA yang merupakan anak tiri korban yang saat itu marah-marah kepada saksi MP (ibu kandung pelaku) karena mencuci engkel pelindung kaki milik pelaku namun belum kering. Kemudian korban menegur pelaku agar tak marah pasa ibunya. Namun sang anak malah mennjawab dengan menantang.

“Olan papa puasa mau berbuka janganlah ribut. Lalu dijawab tersangka saya memang cari perkara kamu mau berkelahi dengan saya ayo keluar rumah kemudian tersangka mengambil parang dan mengejar korban. kemudian terjadilah pembacokan dibagian kepala dan pundak. Sehingga mengalami luka dan langsung melaporkan ke Polsek Sungai Penuh," terang Kapolsek

Dalam perkara tindak pidana dugaan penganiayaan dengan cara membacok kepala dan pundak korban. MNA ditetapkan tersangka dan diganjar sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat (1) UU No 23 Tahun 2004 ttg KDRT atau Pasal 351 Ayat (1) K.U.H.Pidana dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara denda Rp 15 juta.

Kasus bermula laporan : 1.LP / B-41/ VI /2017/ Jambi/ Res Kerinci/ Sek SPN, Tanggal 14 Juni 2017. 2.Surat Perintah Penyidikan, Nomor : SP. Sidik/13/ VI /2017/Reskrim, Tanggal 15 Juni 2017. 3.Surat Perintah Penangkapan, Nomor : SP.Kap/08/VI/2017/Reskrim, tgl 15 Juni 2017. (Hdp)

Penulis: hendri dede
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help