TribunJambi/

BUMI Hampir Lolos dari Jerat Utang

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) optimistis bisa mendapat izin efektifrights issue dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada pekan depan.

BUMI Hampir Lolos dari Jerat Utang
KONTAN/DANIEL PRABOWO

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) optimistis bisa mendapat izin efektifrights issue dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada pekan depan. Kemarin, BUMI telah menandatangani surat perjanjian wali amanat dengan salah satu bank lokal.

"Prospektus final dan perjanjian wali amanat sudah kami sampaikan ke OJK," ujar Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perushaan BUMI, kemarin. Ia menargetkan izin efektif OJK bisa diperoleh pada 21 Juni atau 22 Juni nanti.

BUMI beberapa kali gagal memperoleh izin efektif untuk aksi korporasi ini. Sebelumnya, OJK meminta BUMI melengkapi dokumen rincian utang yang akan dikonversi melalui rights issue dan penerbitan obligasi wajib konversi (OWK).

BUMI menggunakan pembukuan laporan keuangan tahun 2016 dalam aksi korporasi ini. Sehingga, BUMI harus memperoleh izin efektif rights issuemaksimal di akhir Juni. Bila tidak, perusahaan ini harus mengulang proses dari awal.

Sesuai rencana, BUMI akan menerbitkan 28,75 miliar saham seri A dengan harga Rp 926,16 per saham. Alhasil, nilainya mencapai US$ 2,01 miliar, atau setara dengan Rp 26,62 triliun. Bersamaan dengan itu, BUMI juga menerbitkan OWK Rp 8,45 triliun, setara US$ 639 juta. Sehingga, nilai total aksi korporasi BUMI mencapai Rp 35,07 triliun.

Perwakilan kreditur

Menyusul rencana restrukturisasi utang tersebut, BUMI juga mulai menempatkan perwakilan darei para kreditur dalam jajaran manajemen. Penambahan direksi dan komisaris ini telah disetujui rapat umum pemegang saham (RUPS) BUMI, kemarin.

Jinping Ma didapuk menjadi salah satu komisaris BUMI. Jinping Ma merupakan perwakilan dari kreditur China Investment Corporation (CIC). Perwakilan CIC lainnya yang juga masuk jajaran komisaris adalah Benjamin Mao.

Lalu, Thomas M. Kearney menjadi komisaris yang mewakili Argentum Funds. Dua nama lokal, yakni Kanaka Puradiredja dan Y.A Didik Cahyanto, menjadi komisaris independen BUMI.

BUMI juga menempatkan perwakilan dari CIC sebagai direktur, yakni Wayne Yao dan Haiyong Yu. Lalu, satu direktur lain merupakan perwakilan China Development Bank yaitu Ruan Xuefeng.

Halaman
12
Tags
bumi
utang
Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help