TribunJambi/

Jelang Lebaran

Fasilitas Objek Wisata Dibenahi, Selama Lebaran Dikelola Pihak Ketiga

Mendekati libur panjang lebaran Idul Fitri, sejunlah objek wisata mulai dibenahi Pemkab Kerinci. Terutama sekali lima objek wisata

Fasilitas Objek Wisata Dibenahi, Selama Lebaran Dikelola Pihak Ketiga
TRIBUNJAMBI/EDI JANUAR
Objek wisata Danau Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Mendekati libur panjang lebaran Idul Fitri, sejumlah objek wisata mulai dibenahi Pemkab Kerinci. Terutama sekali lima objek wisata yang menjadi favorit selama musim liburan. Bahkan Pemkab Kerinci menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari lima objek wisata tersebut.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci, Firmansyah mengatakan diantara objek wisata paling ramai dikunjungi yakni Danau Kerinci, Air Panas Semurup, Air Panas Sungai Medang, Aroma Peco, dan Air Terjun Telun Berasap.

Sedangkan untuk pengelolaan objek wisata selama lebaran tahun 2017 akan diserahkan ke pihak ketiga. Meski diserahkan ke pihak ketiga namun retribusi yang harus ditarik dari pengunjung harus mengikuti Perda.

"Retribusi yang ditarik pihak ketiga tidak boleh melebihi Perda, dalam perda Retribusi masuk ke objek wisata anak-anak 2 ribu rupiah, dan orang dewasa 4 ribu," jelasnya kepada Tribun Jumat (16/6).

Untuk tarif parkir juga sudah ditetapkan sesuai Perda, kecuali yang di daerah kawasan masyarakat. Dia menyebutkan kalau dalam kawasan objek wisata, parkir motor dikenakan Rp2 ribu dan mobil Rp4 ribu.

Dinas Pariwisata menekankan bagi pihak ketiga yang melanggar kesepakatan dengan Dinas Pariwisata, misalnya pihak ketiga menarik retribusi masuk ke objek wisata melebihi Perda akan dikenai sanksi. "Ya, pihak ketiga yang mengelola objek wisata harus ikuti perda, kalau tidak maka kontrak kerjasamanya akan diputus," tegasnya.

Sejauh ini soal persiapan menyambut lebaran tahun ini, Dinas Pariwisata sudah melakukan rapat dengan UPTD, UPTD harus melakukan persiapan karena mereka harus merehab mana fisik yang rusak seperti mengulang cat, serta membersihkan lokasi wisata.

"UPTD punya dana untuk kebersihan termasuk mengecat fisik di objek wisata tersebut," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk membersihkan dan merehab lokasi objek wisata hanya bisa menggunakan dana yang ada di UPTD. Pasalnya dana untuk pembangunan fisik belum bisa digunakan. "Untuk pembangunan fisik harus melalui tender sekarang proses sedang jalan, dan itu kemunkinan sudah lebaran baru bisa jalan," katanya.

Firmansyah menambahkan pada tahun ini ditargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusus dari objek wisata Kerinci sebesar Rp 650 juta, angka ini naik dari target PAD tahun 2016 yang hanya Rp400 juta.

Untuk mencapai target tersebut Dinas Pariwisata Lerinci berharap pada lebaran tahun 2017 karena lokasi objek wisata biasanya ramai dikunjungi masyarakat setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Tahun 2017 ini target PAD khusus dari objek wisata sebesar 650 juta naik dari sebelumnya, tahun 2016 Target PAD dari pariwisata 400 Juta lebih tahun ini 650 juta," tandasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help