TribunJambi/

Bahaya Mengonsumsi Garam Berlebihan

Garam dapur adalah sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin. Biasanya garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl)

Bahaya Mengonsumsi Garam Berlebihan
healthmeup
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Garam dapur adalah sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin. Biasanya garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut. Garam dalam bentuk alaminya adalah mineral kristal yang dikenal sebagai batu garam atau halite.

Tubuh manusia membutuhkan asupan natrium yang dipenuhi melalui konsumsi garam.

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda terhadap asupan garam per harinya, bergantung pada usia, riwayat penyakit tertentu, atau kondisi tubuh. Tubuh tetap membutuhkan garam namun tidak berlebihan, yakni sekitar 500 mg garam per hari

Berikut kandungan mineral yang terdapat dalam garam yang biasa kita konsumsi sehari-hari : Yodium, Phospor, Cobalt, Kalsium, Kalium, Zinc atau Seng, Sulfur atau Belerang, Chlor, Magnesium, Mangan, Tembaga, Natrium, dan Flour

Manfaat Garam Untuk Kesehatan Tubuh

Garam memiliki kandungan utama iodium untuk mencegah berbagai penyakit seperti gondok. Garam sangat bagus untuk pencegahan penyakit gondok terutama untuk anak-anak di bawah umur.

Selain itu, garam juga mengandung Ion natrium klorida dibutuhkan oleh tubuh. Garam yang dibutuhkan dengan jumlah kecil, untuk mengatur kandungan air di dalamnya. Natrium tidak hanya dibutuhkan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, tetapi juga untuk membantu dalam transmisi impuls saraf ke otak.
Natrium, juga berperan dalam kontraksi dan relaksasi otot kita. Karena natrium dapat menarik cairan seperti magnet.

Namun, dalam kasus lain jika asupan garam berlebih akan menyebabkan retensi (penahanan) air berlebih di tubuh. Ginjal yang bertugas untuk mengolah garam akan menahan cairan lebih banyak daripada yang seharusnya di dalam tubuh.

Banyaknya cairan yang tertahan menyebabkan peningkatan pada volume darah seseorang atau dengan kata lain pembuluh darah membawa lebih banyak cairan.

Beban ekstra yang dibawa oleh pembuluh darah inilah yang menyebabkan pembuluh darah bekerja ekstra yakni adanya peningkatan tekanan darah di dalam dinding pembuluh darah. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai penyakit hipertensi (darah tinggi).

Halaman
12
Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help