TribunJambi/

39 Rumah Ibadah Belum Penuhi Persyaratan Bantuan Hibah

Pada APBD 2017 Pemerintah Kota Sungaipenuh kembali melanjutkan program bantuan hibah untuk pembangunan tempat ibadah.

39 Rumah Ibadah Belum Penuhi Persyaratan Bantuan Hibah
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Ilustrasi: Masjid Agung Pondok Tinggi, Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Pada APBD 2017 Pemerintah Kota Sungaipenuh kembali melanjutkan program bantuan hibah untuk pembangunan tempat ibadah. Dari data yang diperoleh, telah terdaftar 69 masjid, 49 musala dan 1 PTI bahkan 1 gereja yang ada di wilayah kota Sungai Penuh yang akan menerima bantuan dana hibah daerah.

Abdul Mutalib, Kasubbag Agama Bagian Kesra Setda Kota Sungai Penuh mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan kelengkapan data proposal yang masuk. Jika semuanya sudah lengkap kita akan serahkan ke Badan Keuangan Daerah (BKD).

"Setelah itu pihak BKD akan membuat Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), baru bisa mereka mencairkan dananya tanpa ada pungutan pajak sepersen pun,” katanya.

Lanjutnya, jika 121 proposal yang diterima pihaknya dalam keadaan lengkap sesuai Juknis, dirinya mengakui seharusnya bulan Mei lalu dananya sudah bisa dicairkan. Namun masih banyaknya kekurangan bahan administrasi dari pengurus yang mengajukan proposal. Untuk itu dia belum bisa memastikan kapan dana hibah tersebut akan diberikan.

“Pencairannya akan dilakukan sesuai dengan DPA yang ada di BKD, kita telah berkali-kali menyurati para pengurus masjid dan musala yang belum memberikan lampiran SK pengurus, Identitas pengurus bahkan nomor rekening pengurus. Jika semuanya sudah lengkap bisa secepatnya akan ditransfer ke rekening musala yang dibuat pengurus,” bebernya lagi.

Sementara itu, diruangan yang sama Kepala Bagian Kesra Setda Kota Sungai Penuh, Safrun juga menambahkan berdasarkan laporan stafnya, dari 121 tempat ibadah yang akan diberikan dana hibah daerah, masih ada 39 pengurus tempat ibadah yang belum melengkapi persyaratan secara administrasi.

“Ya, pencairan daa nya di BKD, saat ini pencairannya belum bisa dilakukan. Dikarenakan kita masih terkendala belum lengkapnya data proposal dari beberapa pengurus tempat ibadah, jika dalam jangka pada batas waktu yang ditentukan BKD, masih ada yang belum melengkapi, maka akan batal dan dikembalikan ke kas negara,” beber Kabag Kesra diruang kerjanya.

Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa program pemberian bantuan dana hibah daerah ini telah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Tahun ini kembali dilanjutkannya dengan sistem bergilir dan sesuai pengajuan proposal.

Dia menjelaskan yang mendapat bantuan hibah untuk masjid Rp10 juta, sedangkan untuk musala dan gereja mendapat Rp5 juta. "Dana tersebut tentunya akan tetap kita evaluasi penggunaanya oleh pengurus dengan meminta Spj-nya," katanya lagi.

Selain itu Pemkot Sungai Penuh juga mengimbau kepada pengurus pembangunan tempat ibadah yang belum melengkapi proposalya untuk segera melengkapi. Bila ada masjid atau musala yang belum ingin menerima bantuan dana hibah pada 2018 mendatang, silakan saja memasukkan proposalnya ke Bagian Umum Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help