TribunJambi/

Health and Beauty

Penderita Penyakit Ini Disarankan Konsultasi Dulu ke Dokter sebelum Berpuasa

BERPUASA di Bulan Ramadan tidak hanya menjadi ladang ibadah namun juga menyehatkan. Tapi tidak semua orang dikaruniai

Penderita Penyakit Ini Disarankan Konsultasi Dulu ke Dokter sebelum Berpuasa
net
Cek kadar gula darah secara berkala.

TRIBUNJAMBI.COM - BERPUASA di Bulan Ramadan tidak hanya menjadi ladang ibadah namun juga menyehatkan. Tapi tidak semua orang dikaruniai kesehatan untuk bisa melaksanakannya.

Satu diantaranya penderita Diabetes Melitus. Buat Anda penderita Diabetes Melitus (DM) sebaiknya konsultasi ke dokter dahulu sebelum memutuskan berpuasa.

Spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Siloam Jambi dr Andri Budiman, Sp.PD menegaskan penderita DM risiko tinggi disarankan tidak berpuasa.

"DM risiko tinggi,dia harus ke dokter dahulu. Contohnya orang yang tergantung insulin penuh, misalnya penderita DM tipe 1. Kayaknya akan sulit berpuasa karena insulinnya sudah tidak diproduksi lagi di dalam tubuh," jelasnya.

"Mau dikasih insulinnya beberapa kali sehari padahal sedang tidak ada makanan masuk. Bisa terjadi turunnya kadar gula darah di bawah normal dan mengakibatkan tidak sadar dan koma. Kalau tidak disuntikan kadar gula darah tidak terkontrol dan terjadi komplikasi akut sesak nafas dan bisa koma juga," lanjutnya.

Dalam lamanpbpabdi.orgdijelaskan DM merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah dan baru dirasakan setelah terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuh.

Penderita DM dengan risiko tinggi tidak diperbolehkan berpuasa sebab ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama hipoglikemik yaitu kadar gula darah yang terlalu rendah

"Bisa pingsan dia, dan harus dirawat. Kadar gula darah kacau sehingga komplikasi berjalan terus. Dapat memperparah diabetesnya dan memperburuk kualitas hidup penderita DM," kata dr Andri.

DM risiko tinggi itu contohnya pada penderita DM yg berusia lanjut (lansia) dengan penyakit-penyakit penyerta yang mempengaruhi mentalnya. Bisa juga penderita DM yang sudah ada komplikasi seperti jantung koroner, hidup sendiri dan diobati dengan insulin serta adanya gangguan ginjal yang berat.

"Yang tidak diijinkan sama sekali untuk berpuasa itu dm kehamilan, cuci darah, tipe 1, atau yang mengalami komplikasi dalam tiga bulan terakhir," kata Dr Andri.

Oleh sebab itu untuk memastikan agar jalannya ibadah puasa tidak memperburuk kondisi sakit DM anda, dr Andri mengatakan penderita harus melakukan kontrol ke dokter dan berpuasa dalam pengawasan dokter.

Sesuaikan Dosis Obat
BERBEDA dengan DM risiko rendah (low risk) yaitu orang-orang yang dengan diet terkontrol baik dan hanya konsumsi satu macam obat. Mereka tidak terlalu bermasalah jika berpuasa. Begitupun yang risiko sedang ( moderat risk ) yaitu yang terkontrol baik dan memakai obat pengontrol insulin.

Dr Andri mengatakan penyakit DM dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan dengan gejala sangat bervariasi. Oleh sebab itu sudah menjadi kewajiban agar penderita DM lebih perhatian pada masalah ini sehingga tidak memperburuk sakit yang diderita.

Dokter Andri mengatakan bagi penderita DM risiko sedang dan ringan diperbolehkan berpuasa. Hanya saja butuh penyesuaian pada dosis obat yang digunakan dan waktu menggunakan obatnya.

"Diubah sedikit. Obat yang dikonsumsi siang hari diubah jadi malam waktu buka dan pagi waktu sahur, dosis obat waktu sahur dikurangi. Kalau DM yang risiko sedang (moderat) tergantung masalahnya karena ada komplikasi tertentu. Makanya sebaiknya konsultasi dulu ke dokter, untuk mendapatkan penjelasan caranya berpuasa ramadan sesuai derajat risiko masing-masing. Maksudnya makannya gimana, obatnya gimana. Apakah sama atau tidak," tandasnya.

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help