TribunJambi/

Ketua OJK Sambangi Menko Perekonomian, Bahas Suku Bunga Kredit Bank

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru, Wimboh Santoso

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru, Wimboh Santoso menyambangi kantor Kementerian Koordinator Perekonomian RI.

Wimboh mengaku kedatangannya ke kantor Menteri Koordinator Perekonomian RI, Darmin Nasution tersebut hanya untuk silaturrahmi pasca dirinya terpilih memimpin OJK lima tahun ke depan.

Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan Bank Indonesia periode 2010 - 2012 itu juga membantah kedatangannya dalam rangka membicarakan program kerja OJK untuk beberapa tahun mendatang.

"Silaturahhmi, kan sudah lama kenal. Enggak ada bahas program kerja, ngobrol-ngobrol saja," kata Wimboh, Jumat (9/6/2017).

Tak berbeda, Darmin juga berujar kedatangan mantan rekan kerjanya di Bank Indonesia itu hanya untuk sekedar berbincang-bincang.

"Ngobrol saja, Wimboh dan saya itu kan dulu di BI. Dia (Wimboh) ngobrol-ngobrol saja (ke sini)," kata mantan Gubernur BI periode 2010-2013 tersebut.

Salah satu hal yang diperbincangkan keduanya yakni terkait suku bunga kredit perbankan. Darmin mengatakan, bahwa ia dengan Wimboh ketika di BI pernah berupaya untuk mendorong suku bunga tersebut terus turun.

"Antara lain yang kami obrolkan supaya dulu yang kami sudah usahakan di BI bersama-sama bagaimana mendorong bunga pelan-pelan turun. Tidak bisa radikal, tetapi memang harus diusahakan melalaui Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)," kata dia.

"Dulu kita bikin SBCK, dilihat bank mana yang mahal di mana. Kenapa tinggi di sini. Memang harus didorong pelan-pelan," lanjutnya.

Darmin berharap, upaya itu terus dilakukan Wimbo dalam masa kepemimpinannya di OJK.

"Upaya seperti itu saya ingatkan diteruskan. Karena kita itu sektor keuangannya mahal. Memang inflasinya lebih rendah. Dengan inflasi dua persenan, mereka tingkat bunga pinjamannya mungkin enam persen," kata dia.

PenulisMoh. Nadlir

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help