Kebakaran Lahan

Pembakaran Lahan di Sarolangun Terus Terjadi

Kebakaran lahan di Kabupaten Sarolangun, sepekan terakhir ini terus terjadi. Sejumlah titik api yang ditemukan itu, diduga segaja dibakar

Pembakaran Lahan di Sarolangun Terus Terjadi
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATAS
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kebakaran lahan di Kabupaten Sarolangun, sepekan terakhir ini terus terjadi. Sejumlah titik api yang ditemukan itu, diduga segaja dibakar oleh warga untuk membuka perkebunan.

Hal ini diakui Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sarolangun, Mulyadi ditemui, Kamis (8/6).

“Ya, hari ini (kemarin, red) ditemukan dua titik api. Titik api tersebut terdapat di wilayah desa Payo Lebar, Kecamatan Singkut,” kata Mulyadi.

Padahal sebutnya, sehari sebelumnya juga ditemukan delapan titik api atau hotspol di Sarolangun. Delapan titik api tersebut terdapat di Kecamatan Pauh, Air Hitam, Limun dan Cermin Nan Gedang.

“Dua hari sebelum itu juga ada ditemukan titik api di dua lokasi. Jadi hingga kini ada 12 titik api yang ditemukan,” sebut Mulyadi.

Dia mengatakan, sebagian titik api tersebut telah diatasi atau dipadamkan. Petugas turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman dan pendataan.

“Kebakaran sebelumnya telah kita padamkan. Untuk kebakaran hari ini petugas lagi berada di lapangan,” ungkapnya.

Disebutkannya, ada beberapa kendala pihaknya dalam melakukan pemadaman. Yakni mereka belum sanggup hingga ke tengah hutan yang cukup jauh.

"Karena saat ini bulan puasa, jadi petugas kita tidak sanggup masuk hingga ke pedalaman,” sebutnya.

Diungkapkannya, berdasarkan hasil pantauan pihaknya di lapangan. Kebakaran lahan terjadi karena ulah manusia. Hal itu ditandai, kebakaran terjadi di kebun dan ditemukan adanya warga di lokasi.

“Titik api yang ditemukan itu pada umumnya karena pembakaran yang dilakukan warga. Mereka membuka kebun masih dengan cara lama dengan membakar,” cetusnya.

Sejauh ini sebutnya, terhadap pelaku pembakaran hutan yang terjadi baru diperingatkan. Namun jika masih mengulangi perbuatannya, maka akan dilakukan upaya hukum.

“Sejauh baru kita peringatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan atau membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar,” jelasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help