TribunJambi/

Jelang Ramadan

Harga Daging Merangkak Naik, Warga Tetap Beli

H-2 Ramadan harga daging di Pasar tradisonal Kabupaten Sarolangun mengalami kenaikan. Sementara harga sejumlah bahan pokok

Harga Daging Merangkak Naik, Warga Tetap Beli
TRIBUNJAMBI/HERI PRIHARTONO

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - H-2 Ramadan harga daging di Pasar tradisonal Kabupaten Sarolangun mengalami kenaikan. Sementara harga sejumlah bahan pokok lainnya masih relatif stabil.

Pantauan di pasar tradisional Sarolangun, biasanya harga daging berkisar Rp 110 ribu hingga 120 ribu perkilo. Namun, saat ini harga daging mencapai Rp 130 ribu perkilo.

Naiknya harga daging disebabkan ramainya pembeli. Hampir semua daging pedagang ludes diburu pembeli.

Salah seorang pembeli asal kecamatan Limun, Asnida (27) mengatakan, hanya harga daging dan ayam broiler yang mengalami sedikit kenaikan. Tapi harga cabai merah turun, saat ini Rp 24 ribu perkilo.

“Kalau harga ayam kampung Rp 60 ribu. Ini menunjukkan masih stabilnya harga ayam kampung. Tapi lain halnya dengan harga ayam broiler, saat ini Rp 35 ribu perkilo, biasanya harga di pasar berkisar Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu perkilo,” ujar Asnida.

Kisriah, pembeli lainnya warga kecamatan CNG mengaku, sudah menjadi tradisi sebelum memasuki bulan suci Ramadan masyarakat di desa yang Ia tinggal akan melakukan pemotongan kerbau. Nantinya akan dibeli masyarakat setempat, namun persedian daging kerbau yang dipotong tempat Ia tinggal tidak mampu menampung semua pembeli.

Kondisi ini membuat Ia beserta warga desanya yang lain terpaksa membeli daging di pasar.

“Sebenarnya di desa kami ada yang melakukan pemotongan kerbau, tapi dagingnya dah habis. Makanya kami beli di pasar, ya walaupun mahal tetap kami beli,” sebut wanita tiga anak ini.

Sementara itu, Amin salah satu pedagang daging mengatakan H-2 atau H-1 Ramadan sudah dipastikan daya beli daging meningkat. Bahkan Ia mengakui telah menambah persediaan yang lebih banyak.

“Kita menjual daging sama harganya dengan kawan penjual daging lainnya di pasar tradsional. Kenaikan harga hal biasa, sebab tingginya pembeli, lalu diimbangi dengan persedian daging,” pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help