TribunJambi/
Home »

News

» Sains

Peristiwa Langit Mei 2017

Bulan fase perbani awal dan Regulus, bintang paling terang di rasi Leo ini akan tampak berpasangan sejak Matahari terbenam.

Peristiwa Langit Mei 2017
kompas.com
Ilustrasi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Jangan lewatkan puncak hujan meteor Eta Aquarid dan duet Merkurius dan Venus jelang fajar. Kehadiran beberapa planet lain juga akan menemani pengamat langit di bulan Mei 2017.

Planet
Merkurius & Venus. Dua planet dalam ini akan berduet sebelum fajar menyingsing di langit timur. Di awal bulan Mei, Merkurius masih cukup rendah di ufuk. Akan tetapi, bersama Venus, keduanya kemudian menanjak naik di langit menuju titik elongasi barat maksimumnya sebelum kemudian secara perlahan-lahan kembali menuju Matahari.

Merkurius mencapai titik elongasi maksimumnya pada tanggal 18 Mei. Setelah itu, planet Merkurius akan tampak semakin rendah di langit sebelum kemudian menghilang dalam cahaya Matahari. Venus, si bintang kejora akan tetap menanjak naik di langit di sepanjang bulan Mei. Keduanya juga akan berpasangan dengan Bulan sabit tua. Merkurius akan berkonjungsi dengan Bulan tanggal 24 Mei, sedangkan Venus akan berpasangan dengan Bulan pada tanggal 23 Mei. Kedua planet ini bisa ditemukan di rasi Pisces. Di penghujung bulan Mei, planet Merkurius akan hijrah ke rasi Aries.

Mars. Planet merah Mars masih menjadi teman setia di langit setelah Matahari terbenam dengan kecerlangan 1,6 magnitudo. Dari hari ke hari, planet merah ini akan tampak semakin rendah di langit senja. Meskipun demikian, planet ini masih bisa diamati sepanjang bulan Mei. Mars bisa ditemukan di rasi Taurus di sepanjang bulan Mei sampai kisaran pukul 19:00 waktu lokal. Bagi pengamat, Mars akan tampak kemerahan di langit. Tapi, bintang Aldebaran yang paling terang di Taurus juga akan tampak lebih terang dari Mars dengan kecerlangan 0,85 magnitudo. Keduanya akan berkonjungsi pada tanggal 5 Mei.

Bulan
Awal bulan Mei akan ditandai dengan kehadiran Bulan sabit yang sedang menuju fase seperempat awal.

3 Mei. Bulan Kuartir Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari sambil menikmati kehadiran Jupiter dan Saturnus sepanjang malam, dan duo Merkurius dan Venus saat jelang fajar.

11 Mei. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

26 Mei. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

Hujan Meteor
6 Mei – Hujan Meteor Eta Aquarid
Dimulai tanggal 19 April – 28 Mei, hujan meteor Eta Aquarid akan mencapai puncak tanggal 6 Mei pukul 03.00 dini hari. Hujan meteor yang berasal dari sisa komet Halley dan tampak tampak datang dari rasi Aquarius. Hujan meteor Eta Aquariid bisa diamati setelah lewat tengah malam sampai jelang fajar, setelah rasi Aquarius terbit sekitar pukul 01:30 dini hari.

Bulan sabit yang baru saja melewati fase seperempat awal, terbenam pukul 01:38 WIB bertepatan dengan rasi Aquarius yang baru saja terbit dan bergerak makin tinggi menjauhi horison. Jadi pengamat bisa menikmati hujan meteor Eta Aquarid tanpa gangguan cahaya Bulan. Di malam puncak, pengamat bisa melihat 40 meteor setiap jam dengan kecepatan 66,9 km/detik.

Halaman
12
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help