TribunJambi/

Miryam Kembali Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Pemberian Keterangan Palsu

Lembaga Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Miryam S Haryani (MSH) mantan anggota Komisi II DPR RI

Miryam Kembali Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Pemberian Keterangan Palsu
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Miryam S. Haryani. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Herudin

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Lembaga Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Miryam S Haryani (MSH) mantan anggota Komisi II DPR RI dari Partai Hanura dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP anggaran tahun 2011 - 2012, Jumat (19/5/2017) di Gedung KPK, Jakarta.

Miryam diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian keterangan palsu di persidangan kasus e-KTP atas terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor.

Miryam mengaku diancam penyidik KPK untuk mengakui adanya pembagian kepada anggota DPR RI dalam kasus proyek e-KTP. Karena merasa tertekan, Miryam beralasan terpaksa mengakui adanya pemberian uang hasil korupsi e-KTP.

Miryam disangkakan melanggar Pasal 22 Juncto Pasal 35 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), yang dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan tidak benar, dipidana dengan pidana penjara singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun.

Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help