TribunJambi/

Razia Ketertiban

Minta Satpol PP Tertibkan Anak Punk

Terkesan merasa nyaman berkeliaran di kawasan pasar, jumlah anak punk kian ramai di Kota Sungai Penuh. Namun membuat banyak

Minta Satpol PP Tertibkan Anak Punk
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Terkesan merasa nyaman berkeliaran di kawasan pasar, jumlah anak punk kian ramai di Kota Sungai Penuh. Namun membuat banyak warga pasar Sungai Penuh merasa resah dan risih lantaran akan keberadaan mereka. Dari informasi para pedagang yang sudah lama menetap di pasar Sungai Penuh, diketahui bahwa tahun lalu, jumlah anak punk hanya belasan. Tapi akhir-akhir ini sudah mencapai 30 orang.

Fitri seorang pedagang di Pasar Beringin Jaya mengatakan anak punk sering berbuat semaunya terhadap pedagang. Karena rerata mereka tak mau bekerja. "Sekarang jumlahnya semakin banyak. Yang buat resah dikarenakan mereka sering sembarangan. bermain musik di depan toko hingga larut malam. Tentu ini akan membuat toko kita sepi pembeli resah mereka perbandingan," Kata Fitri seorang pedagang makanan dan minuman di Pasar Beringin, Jumat (19/5).

Atas hal itu dirinya berharap adanya tindakan dari pemerintah maupun aparat atas keberadaan mereka yang saat ini mulai kembali meresahkan. "Kita minta kalau bisa ditertibkan, karena nampaknya jumlah mereka bertambah datang dari luar daerah," katanya lagi.

Hal senada juga dikatakan para pedagang di kawasan Minum Kawo Square. Para pedagang mengaku bahwa jumlah pembeli mulai berkurang lantaran banyaknya anak punk yang berurang kali mengamen setiap hari.

"Kami berharap pemerintah Kota Sungai Penuh memberi pelajaran dan menertibkan anak punk yang berdatangan dari luar daerah ke Sungai Penuh," kata Buyung seorang pedagang sate.

Sedangkan Kadis Satpol-PP Sungai Penuh, Pagulnadi dikonfirmasi mengakui bahwa jumlah anak punk di Kota Sungai Penuh sudah bertambah banyak. Menurutnya hal itu terjadi lantaran banyak dari mereka merasa aman dan nyaman berkeliaran di Sungai Penuh. Pol PP juga meminta kepada masyarakat untuk tidak memberikan mereka uang ketika mereka mengamen. Sebab bila mereka tidak diberi uang tentu mereka tidak makan dan akan pindah ke kota lain dengan sendirinya.

Selain itu Pagulnadi juga mengaku akan menurunkan personilnya untuk menyisir anak punk yang berkeliaran di kawasan pasar Sungai Penuh. "Kita akan turun dalam waktu dekat. Jika kita temukan mereka, kita data dan amankan ke kantor, selanjutnya akan kita kita kirimkan ke Dinas Sosial," pungkasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help