TribunJambi/

Jenazah Eri TKI Sungai Penuh yang Tertahan di Malaysia Dipulangkan

Usaha pihak keluarga untuk memulangkan jenazah Eri Warga Koto Teluk, Rawang yang tertahan di Malaysia menemui titik terang.

Jenazah Eri TKI Sungai Penuh yang Tertahan di Malaysia Dipulangkan
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Usaha pihak keluarga untuk memulangkan jenazah Eri Warga Koto Teluk, Rawang yang tertahan di Malaysia menemui titik terang. Jenazah direncanakan akan dipulangkan pada Sabtu (20/5) melalui bandara Malaysia hingga ke Bandara Minang Kabau Padang. Hal ini bisa berhasil, dikarenakan semua permasalahan administrasi rumah sakit di Malaysia sudah diselesaikan.

Kini masih menunggu penyelesaian permasalahan transportasi dari bandara Minang Kabau ke Sungai Penuh. Menurut Kades Koto Teluk, Arlis terkait biaya rumah sakit Johor Baharu Malaysia telah dilunasi oleh para donatur yang ada di Malaysia. Dikatakannya saat ini pihaknya hanya terhambat untuk biaya tranportasi kepulangan jenazah yang ditotalkan mencapai kurang lebih Rp 21 juta.

"Ya, kita kasian dengan keluarga Eri, mereka tergolong keluarga yang kurang mampu. Untung saja biaya rumah sakit di Malaysia sudah dibantu keluarga dan donatur di Malaysia. Tinggal biaya transportasi pesawat dan mobil dari Padang Sungai Penuh yang belum cukup," kata Kades.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya menunggu kabar dari Malaysia terkait waktu pasti keberangkatan jenazah dari Malaysia. "Ya, kalau biaya tiket pesawatnya sudah cukup pasti keluarga di Malaysia akan info ke kita. Mudahan saja bisa berangkat secepatnya," katanya lagi

Terkait kondisi tersebut, H Damri Anggota DPRD Kota Sungai Penuh perwakiran Hamparan Rawang mengaku telah mendapat kabar terkait kendala kepulangan jenazah almarhum Eri yang masih berada di Malaysia. Ditanya bagaimana solusi terkait kekurangan biaya transportasi kepulangan, dirinya berharap adanya bantuan dari Pemkot Sungai Penuh.

"Harapan kita keluarga segera minta bantu ke Pemkot melalui Wako atau pejabat lainnya. Mana tau bisa membatu. Untuk dewan, kebetulan banyak dari kami yang sedang Kunker di Jogja, jika kami ada di Sungai Penuh mungkin sedikit banyak juga bisa membantu," jelasnya.

Terpisah Ketua DPC PKB Kota Sungai Penuh, Fachrudin mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan keluarga Eri, untuk mencari solusi pemulangan jenazah Eri yang sudah hampir 1 bulan tertahan di RSK Malaysia, dikarenakan kekurangan biaya.

"Keterangan keluarga, bahwa semua administrasi di RSK sudah diselesaikan keluarga Almarhum yang berada di Malaysia," ujar Fachrudin.

Hanya saja sambung Fachrudin, saat ini terkendala biaya pemulangan jenazah dari Kota Padang menuju Sungai Penuh dengan menggunakan ambulance. "Kendalanya cuman itu, dan kita sudah koordinasi dengan TKI PKB pusat untuk membantu pemulangan jenazah dari Padang menuju Sungai Penuh, dan mereka siap membantu," ungkapnya.

Menurutnya, ini merupakan kejadian pertama kali adanya warga Kota Sungai Penuh yang jenazahnya hampir 1 bulan tertahan di Malaysia, yang tanpa bantuan solusi dari Pemerintah. "Ini kan warga kito, anak jantan kito, mati dirantau uhang, maka harus kita bawa pulang, jangan sampai dibiarkan," tegasnya.

Politisi PKB ini juga meminta kepada Pemkot Sungai Penuh, agar tahun depan dianggarkan untuk Dana Sosial yang lebih besar, agar bisa digunakan jika terjadi masalah seperti itu. Bukan hanya saja, Pemkot Sungai Penuh diharapkan bisa menganggarkan untuk pembelian mobil ambulance yang bisa standby di Padang.

"Warga Sungai Penuh dan Kerinci banyak yang sakit berobat di Padang, dan bahkan meninggal di RSU Padang. Jadi mobil ambulance tersebut bisa dimanfaatkan, agar biaya untuk warga yang mengalami musibah bisa sedikit berkurang," tandasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help