TribunJambi/

40 Persen Bangunan Ruko, dan Perkantoran di Kota Jambi Belum Memiliki Alat Pemadam Api

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Sekira 40 persen pelaku usaha, pemilik bangunan rumah toko dan perkantoran di

Laporan wartawan Tribun Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Sekira 40 persen pelaku usaha, pemilik bangunan rumah toko dan perkantoran di Kota Jambi, belum memiliki alat pemadaman api ringan (APAR) atau yang kerap disebut racun api. Jumlah yang memiliki alat pemadam api ringan itu mencapai ribuan.

APAR merupakan alat pertolongan pertama untuk pemadaman di gedung atau bangunan. Meski sangat diandalkan dalam keadaan darurat (emergency), namun masih banyak pelaku usaha, pemilik bangunan dan toko enggan memperhatikan pentingnya alat itu.

Berdasarkan data pengusaha yang mengurus perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi, baru 60 persen bangunan yang dilengkapi alat itu.

"Dari data tersebut, pelaku usaha yang sudah 60 persen melengkapai usaha mereka dengan kemanan APAR, meski bagi mereka hanya sebagai pelengkap saja," ujar Yunli Sapari, Kasi Perencanaan Penyelamatan Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kota Jambi, Selasa (13/5).

"Bahkan, tidak sedikit yang APAR-nya sudah expired (kedaluwarsa; red) dan memasuki masa isi ulang," katanya, seraya mengatakan pedoman data dari DPMPTSP.

Secara pasti, Yunli belum bisa memberikan angkanya. Dia menyebutlam 60 persen bangunan yang telah dilengkapi APAR itu, jumlahnya di kisaran puluhan ribu bangunan.

"Sementara sisanya 40 persen lagi, memang masih belum memiliki. Bahkan, tidak sedikit dari pemilik bangunan itu tidak melengkapi fasilitas keamanan lainnya, seperti tangga darurat dan jalur evakuasi," jelasnya.
"Misalnya 40 persen tersebut, di antaranya CV yang berada di rumah. Hotel-hotel kelas melati juga masih banyak yang tidak memiliki alat tersebut," jelasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help