TribunJambi/

Musibah Banjir

330 Hektare Sawah tak Bisa Digarap

Kondisi areal persawahan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kerinci masih banyak yang terendam. Baik sawah yang belum

330 Hektare Sawah tak Bisa Digarap
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kondisi areal persawahan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kerinci masih banyak yang terendam. Baik sawah yang belum ditanami padi maupun yang sudah ditanam padi.

Seperti di Kecamatan Keliling Danau sedikitnya puluhan hektare yang masih terendam. Keterangan dari petani kondisi ini sudah berlangsung empat bulan. Di Tanjung Pauh Mudik lebih 20 hektare sawah yang masih terendam. "Iya masih tetendam sampai saat ini, karena naiknya air sungai," kata seorang petani setempat Jumat (19/5).

Kondisi ini membuat petani tak bisa menanam padi, karena ketinggian air melebihi ketinggian benih padi. Selain itu ada juga beberapa hektare benih padi yang telah membusuk. "Sebelumnya sempat surut, sekarang terendam lagi," ucap petani.

Sedangkan keterangan dari dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci melalui Kabid Tanaman Pangan, Hanim menyebutkan sejak Januari hingga Maret 2017 terdata sebanyak 330 hektare sawah terendam.

Hanim menyampaikan kondisi ini terjadi di empat kecamatan.

Kecamatan yakni Siulak, Siulak Mukai, Kecamatan Danau Kerinci, dan Kecamatan Keliling Danau. "Memang masih ada sawah yang terendam. Data dari pengecekan kita di lapangan sampai Maret terdata 330 hektare sawah terendam dan tak bisa diolah," ungkapnya.

Hanim mengatakan upaya dari dinas Tanaman Pangan yakni masih menunggu pendataan untuk kategori yang terkena fuso total. "Nanti akan kita upayakan bantuan benih. Saat ini masih kita lakukan pendataan," terangnya.

Sedangkan di Kota Sungai Penuh puluhan hektare sawah terendam banjir yang terjadi di dua Kecamatan Hamparang Rawang dan Kecamatan Tanah Kampung. Kondisi ini membuat petani gagal panen disebabkan sawahnya fuso. Yulisma, petani mengatakan kondisi ini terjadi di persawahan Desa Tanjung Muda Kecamatan Hamparang Rawang. Kondisi seperti ini sering terjadi jika hujan dan air sungai Batang Merao meluap.

"Kami hanya berharap pemkot memperhatikan nasib kami petani yang gagal panen. Dan memberikan bantuan. Sampai saat ini belum ada pemerintah meninjau lokasi persawahan yang terendam," katanya

Kepala desa Tanjung Muda, Susyanto mengakui sawah didesanya masih terendam banjir. Ia menyebut terdapat sekitar belasan hektare yang terkena dampak banjir. "Walaupun air mulai surut, tapi petani belum bisa turun ke sawah," ujarnya

Sedangkan Camat Hamparang Rawang Sev Eka Putra mengatakan di desa Tanjung saja sawah yang terendam seluas 50 hektare. Sedangkan secara keseluruhan lebih dari 100 haktare selama bulan ini. "Di Hamparang Rawang paling banyak sawah terendam, walaupun berpindah. Misalnya surut di rawang, yang di Tanjung lagi yang banjir. Data kita lebih 100 hektare," jelasnya

Terpisah Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kota Sungai Penuh, Bomberdin kepada Tribun mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan yang akurat di lapangan. Bomberdin mengakui cukup banyak sawah yang terendam dan gagal panen di Sungai Penuh. "Saat ini tim kita sedang mendata. Senin ini sudah ada data akurat sawah yang fuso. Upaya kita akan kita usulkan bantuan ke pemerintah provinsi untuk memberikan bantuan benih atau bantuan lainnya untuk petani," jelasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help