TribunJambi/

Timbun 1 Ton Miras, Seorang Petani Ditangkap Polisi

TRIBUNJAMBI.COM, RUTENG - Aparat Kepolisian Sektor Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT),

Timbun 1 Ton Miras, Seorang Petani Ditangkap Polisi
TRIBUNJAMBI/EKO PRASETYO
Polda Jambi melalui Ditreskrimsus menyita 120 Dus minuman keras (Miras) tak berizin di sebuah ruko yang berada di Jalan Lingkar Barat, Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, RUTENG - Aparat Kepolisian Sektor Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap Sirilus Jedaut, warga Kampung Lemarang, Desa Lemarang, Kecamatan Reok, karena menimbun minuman keras sebanyak satu ton lebih.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast mengatakan, Sirilus yang berprofesi sebagai petani menimbun 1.050 liter minuman keras tradisional jenis sopi di gudang tempat penggilingan padi milik Sirilus.

Baca juga: 12.978 Botol Miras Selundupan dari Malaysia Dihancurkan

Barang bukti miras sopi itu, lanjut Jules, disimpan di dalam 30 jeriken jumbo berukuran 35 liter.

"Berdasarkan informasi masyarakat bahwa pelaku memiliki minuman keras jenis sopi yang siap dipasarkan, sehingga untuk menindaklanjuti informasi tersebut personel Polsek Reo dipimpin Kapolsek Reo AKP Agus Janggu langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku bersama barang bukti," kata Jules kepada Kompas.com, Kamis (18/5/2017) pagi.

Menurut Jules, saat penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya. Dari pengakuan awal pelaku, barang bukti tersebut dibeli dari Kampung Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, seharga Rp 530.000 per jeriken.

Hingga kini, pelaku sudah diamankan di Markas Polsek Reo guna dimintai keterangan lebih lanjut. Minuman keras tersebut juga disita sebagai barang bukti.

Jules menjelaskan, penggerebekan penjual miras itu merupakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) Polsek Reo, dalam rangka mengurangi penyakit masyarakat menjelang bulan Ramadhan.

Baca juga: Sembunyikan Miras di Kolong Rumah, Seorang Pria Ditangkap

Kegiatan ini juga, kata dia, sangat baik dan berguna bagi masyarakat serta perlu selalu dilaksanakan, karena banyak kriminalitas yang terjadi di Kecamatan Reok dan Reok Barat karena minuman keras.

"Pelaku menimbun minuman keras tersebut untuk dijual kembali kepada masyarakat di Desa Lemarang maupun masyarakat dari luar Desa Lemarang," pungkasnya.

Penulis: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere 

 
 

 
 


Editor: ridwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help