TribunJambi/

Bappeti Sayangkan Jambi belum Punya Resi Gudang

Hingga saat ini, belum satupun pelaku usaha di Provinsi Jambi memiliki resi gudang. Padahal resi gudang ini sangat menguntungkan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga saat ini, belum satupun pelaku usaha di Provinsi Jambi memiliki resi gudang. Padahal resi gudang ini sangat menguntungkan kepada pelaku usaha sendiri.

Diantara manfaat yang didapat oleh pelaku usaha adalah mendapatkan harga yang lebih baik, karena  pelaku usaha bisa ‎menunda waktu penjualan. Kepastian kualitas dan kuantitas barang yang disimpan, kemudian mendapatkan pembiayaan dengan cara yang cepat dan mudah.dan peningkatan posisi tawar Petani. 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jambi melalui Kabid Perdagangan Subianto dalam acara Sosialisasi lelang forward komoditi agro edisi I tahun 2017, dalam rangka memfasilitasi ajang transaksi bagi pelaku usaha, Kamis (18/5) pagi.

"Resi gudang juga bermanfaat untuk komoditi yang jarang terjadi back gardation, Sistem resi gudang ini dapat memperkuat daya tawar-menawar petani serta menciptakan eflsiensi di dunia agrobisnis," kata Subianto.

Selain itu,  tersedianya sistem resi gudang ini akan memungkinkan bagi pemilik resi gudang untuk meminjam di Iuar negeri dalam mata uang yang bunganya lebih rendah, utamanya apabila pinjaman tersebut dibuat dengan jaminan resi gudang komoditas ekspor maka dengan cara demikian dapat dilakukan.

"Jadi resi gudang juga bisa untuk pinjaman modal. Ada beberapa bank yang sudah berkecimpung soal ini," katanya.

Resi gudang ini juga telah diatur oleh undang-undang nomor 9 tahun 2006 tentang resi gudang. Definisi resi gudang menurut undang-undang tersebut adalah dokumen buku kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang ditertibkan oleh pengelola gudang.

Hal itu juga diungkapkan Bayu Kristianto dari Badan Pengawas Perdagangan berjangka Komoditi (Bappebti) unit eselon I Kementerian Perdagangan Indonesia. Menurut Bayu, hingga saat ini hampir semua provinsi di Indonesia telah mempunyai resi gudang dengan jumlah yang bervariasi.

"Yang belum baru dua Provinsi, Jambi dan Bengkulu. yang lain sudah semua," kata Bayu.

Dia menyayangkan terhadap daerah yang belum mempunyai resi gudang, sebab harga jual komoditas tidak bisa dikontrol. Sementara bila ada resi gudang, maka harga bisa dikontrol. Jika harga tengah anjlok, pengusaha bisa menyimpan bahan komoditi ‎tersebut hingga harga melambung tinggi, atau dijual dengan cara dicicil.

Pemerintah sangat berperan untuk membuat resi gudang ini, sebab yang menyediakan gudang adalah pemerintah, sementara pelaku usaha hanya sebagai mitra. Namun tidak menutup kemungkinan juga jika ada pengusaha yang membuka diri untuk membuat resi gudang sendiri.

"Pemerintah daerah menyiapkan lahan, gedungnya Bappebti‎ yang menyediakan. Jadi sangat disayangkan jika daerah tidak punya resi gudang. Tapi untuk sekarang Jambi telah mengirimkan proposal untuk gudang," katanya.

Menurut Kabid Perdagangan, pemerintah memang telah menyiapkan lahan di kabupaten, namun untuk realisasi pembangunan belum tau kapan, sebab tengah menunggu persetujuan dari pusat.

"Kita juga mengimbau agar pelaku usaha mau untuk membuat resi gudang," imbuhnya.

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help