TribunJambi/
Home »

Bisnis

» Makro

Bursa Amerika

Wall Street Longsor di Tengah Gejolak Trump

Bursa saham Amerika Serikat (AS) longsor mengawali perdagangan Rabu (17/5). Dipicu bocoran memo mantan kepala FBI James Comey

Wall Street Longsor di Tengah Gejolak Trump
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) longsor mengawali perdagangan Rabu (17/5). Dipicu bocoran memo mantan kepala FBI James Comey yang menimbulkan gejolak di Capitol Hill. Muncul spekulasi seputar Presiden Donald Trump yang mencoba mengintervensi penyidikan federal.

Mengutip Reuters, pada pukul 9:52 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 185,86 poin atau 0,89 % menjadi 20.793,89, S & P 500 turun 20,52 poin atau 0,86 % pada 2.380,15 dan indeks Nasdaq Composite turun 61,63. Poin, atau 1 %, pada 6.108,24

Dalam laporan memo tersebut, Trump meminta Comey untuk mengakhiri penyidikan terhadap mantan sekretaris Penasihat Keamanan Nasional Michael Flynn dengan Rusia.

Kasus ini bisa mengganggu perhatian Trump untuk merealisasikan kebijakannya seperti pemotongan pajak dan penyederhanaan peraturan perbankan.

Berita ini muncul pada pekan yang penuh gejolak di Gedung Putih saat Trump yang tidak diduga memecat Comey.

Saham perbankan mendapatkan pukulan paling berat. Sektor keuangan S & P 500 turun 1,67 %, dipimpin oleh Bank of America dan JPMorgan.

Indeks dollar turun pada hari ini, menghapus semua keuntungan yang didukung sentimen kebijakan Trump yang ramah bisnis.  Euro mencapai level tertingginya sejak 7 November, sementara harga emas mencapai level tertinggi satu bulan.

"Investor saham mulai menunjukkan kekhawatiran atas situasi politik dalam negeri yang tidak mungkin tiba-tiba lenyap," kata Peter Cardillo, kepala analis di First Standard Financial.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help